Gempa Maluku Barat Daya Disebabkan Subduksi di Laut Banda

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa dengan parameter pembaruan magnitudo 6,1 di wilayah Pantai Barat Laut Maluku Barat Daya, Rabu (2/2), akibat adanya subduksi di Laut Banda.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gempa Maluku Barat Daya Disebabkan Subduksi di Laut Banda
ilustrasi gempa. ©2020 Merdeka.com

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa dengan parameter pembaruan magnitudo 6,1 di wilayah Pantai Barat Laut Maluku Barat Daya, Rabu (2/2), akibat adanya subduksi di Laut Banda.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,83° Lintang Selatan (LS) ; 128,46° Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 28 km arah Timur Laut Maluku Barat Daya, Maluku pada kedalaman 126 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi di Laut Banda," kata Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangannya kepada wartawan.

Bambang menjelaskan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault), dengan parameter sesar yaitu bidang nodal 1 strike 93,72°; dip 53,59°; rake 68,95°; dan bidang nodal 2 strike 306,68°; dip 41,32°; rake 115,96°.

"Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Saumlaki dengan skala intensitas II-III MMI, dengan getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu," ujar Bambang.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 03.15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

Bambang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kemudian agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

Rekomendasi