3 Sekolah di Tangsel Ditutup Akibat Covid, Penghentian PTM Lihat Perkembangan Kasus

Meski begitu, Pemkot Tangerang Selatan memastikan belum akan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kembali di tengah lonjakan kasus Covid-19.

Kirom
Oleh Kirom - Reporter
3 Sekolah di Tangsel Ditutup Akibat Covid, Penghentian PTM Lihat Perkembangan Kasus
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie. ©2021 Merdeka.com/Kirom

Tiga Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Tangerang Selatan, ditutup sementara dan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dihentikan setelah salah satu warga terkonfirmasi positif Covid-19. Meski begitu, Pemkot Tangerang Selatan memastikan belum akan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kembali di tengah lonjakan kasus Covid-19.

"PTM kita kasuistis saja. 50 persen pagi 50 persen siang itu saya bagi, tapi masih aman," kata Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, Senin (31/1).

Dia menuturkan, dari hasil laporan yang diperoleh dari Dinas Kesehatan dan Pendidikan Tangsel, terdapat tiga sekolah yang ditutup karena kasus positif Covid-19. Seluruhnya penyebaran melalui transmisi lokal.

"Memang ada transmisi di sekolah itu langsung kita tutup, yang lain sepanjang tidak ada transmisi lokal masih boleh. Sepanjang tidak ada transmisi lokal dan pengetatan-pengetatan yang dilaksanakan," ujar dia.

Kepala Dinas Pendidikan Tangsel, Deden Deni menegaskan pelaksanaan PTM di Tangsel tetap berlangsung hingga 100 persen yang dibagi dalam dua shif belajar pagi dan siang. "Untuk hari ini kita lagi evaluasi, ada beberapa sekolah yang ditutup juga. SMPN 4, SMPN 11, SMPN 14. Total tiga sekolah," kata Deden.

Kemudian berdasarkan hasil tracing dam tracking kepada warga sekolah yang terkonfirmasi positif Covid-19 dipastikan seluruhnya tertular dari transmisi lokal atau keluarga.

"Sesuai SKB empat menteri kalau positif ratenya di atas 5 persen ditutup. Rata - rata setelah ditracking dari keluarga," tutup dia.

Rekomendasi