Lima Bulan Kosong, Pengganti KGPAA Mangkunegara IX Segera Diumumkan

Lewat 5 bulan penguasa Pura Mangkunegaran, Sampeyan Ingkang Jumeneng (SIJ) Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX wafat, atau tepatnya 13 Agustus 2021. Namun hingga kini belum ada pengganti yang akan mewarisi tahta.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Lima Bulan Kosong, Pengganti KGPAA Mangkunegara IX Segera Diumumkan
Puro Mangkunegaran. ©Surakarta.go.id

Lewat 5 bulan penguasa Pura Mangkunegaran, Sampeyan Ingkang Jumeneng (SIJ) Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX wafat, atau tepatnya 13 Agustus 2021. Namun hingga kini belum ada pengganti yang akan mewarisi tahta.

Namun ada kabar menyebutkan, jika pengganti Mangkunegara IX segera diumumkan. Salah satu nama dari 3 nama yang selama ini beredar bakal segera bertakhta. Kabar tersebut disampaikan Wedana Satrio Pura Mangkunegaran KRMH Lilik Priarso Tirtodiningrat saat ditemui, Senin (17/1). Bahkan dari ketiga nama yang ada, sudah mengerucut ke satu orang.

"Iya, sudah mengerucut kepada pranata adat yang kita anut. Suksesi nanti akan dipegang oleh putra kakung dari prameswari dalem," kata dia.

Ketiga nama yang selama ini beredar adalah GPH Puandrakarna Jiwo Suryonegara, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo. Keduanya merupakan putra kandung KGPAA Mangkunegara IX, namun beda ibu. Satu nama lainnya adalah KRMH Roy Rahajasa Yamin, cucu KGPAA Mangkunegara VIII.

Jika merujuk pernyataan Lilik, bisa dipastikan pengganti Mangkunegara IX adalah GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo. Bhre merupakan putra kandung Mangkunegara IX dari Prisca Marina Yogi Supardi yang menjadi permaisuri saat mendiang masih hidup.

Lilik menjelaskan, satu nama yang sudah mengerucut ini untuk menguatkan. Hanya saja untuk penentuan atau kepastiannya, masih harus melalui kesepakatan bersama dari keluarga inti dan sederek dalem (saudara dekat).

"Ini sifatnya hanya menguatkan saja. Jadi masih harus digodok oleh putra dan sederek-sederek dalem (anak dan kerabat dekat). Kita tetap memakai sistem menghargai musyawarah biar terjadi mufakat," terang Lilik.

Lilik berharap kepastian nama dan waktu masihdiputuskan masih menunggu. Apalagi para keluarga tersebut saat ini masih berada di Jakarta.

"Kapan dan siapa bakunya ditunggu saja. Kita berharap secepatnya. Kalau nama sekarang sudah mengerucut," tandasnya.

Ia menambahkan, idak ada pandangan lain untuk nama, karena sudah diarahkan satu nama .Lilik menegaskan, pata kerabat dekat sudah memahami sejarah yang benar. Sehingga tidak ada satu yang mengklaim.

”Tidak ada yang mengklaim. Karena semua sudah ada adat yang mereka anut semua,” katanya.

"Beliau sudah memahami sejarah yang benar, ini bukan saya mendorong. Ini loh tatanannya, pastinya beliau-beliau sudah sepakat," imbuh dia.

Lebih lanjut Lilik mengatakan, setelah tercapai kesepakatan, selanjutnya akan dilakukan pengukuhan atau jumenengan. Pihak keluarga akan dicari hari yang baik untuk naik tahta.

"Setelah diberitahu sudah sepakat, kita persiapkan untuk jumenengan. Tidak ada batas waktunya. Kalau sudah ada secepatnya disiapkan," pungkas dia.

Rekomendasi