Bajak Laut Berpedang Beraksi di Perairan Morosi Konawe

Kepolisian dari Direktorat Patroli Airud Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda Sulawesi Tenggara mengusut aksi perampokan di kapal atau bajak laut di perairan Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Bajak Laut Berpedang Beraksi di Perairan Morosi Konawe
ilustrasi garis polisi. ©2021 Merdeka.com

Kepolisian dari Direktorat Patroli Airud Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda Sulawesi Tenggara mengusut aksi perampokan di kapal atau bajak laut di perairan Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Kepala Sub Direktorat Patroli Airud Direktorat Polairud Polda Sultra Kompol Wahyu Adi Waluyo mengatakan, kejadian aksi bajak laut itu terjadi pada Kamis (6/1).

"Terkait perompakan, kita terima infonya Jumat (7/1) pagi, pagi itu juga anggota sudah turun dan lakukan olah TKP. Untuk selanjutnya sementara masih kita lakukan penyelidikan," katanya, dikutip dari Antara, Minggu (9/1).

Kronologi kejadian, pada Kamis (6/1) sekira pukul 21. 30 WITA, sebanyak enam orang perompak yang menggunakan penutup wajah (cebo) menaiki SPOB Graha 21 yang tengah berlabuh jangkar di Perairan Morosi, Sultra dengan menggunakan speed boat dengan ciri-ciri warna lambung putih dan mesin tempel pada lambung kiri.

Selanjutnya, empat orang perompak naik ke kapal dengan membawa senjata tajam berjenis golok, pedang samurai dan celurit dan dua orang perompak berjaga di speed boat sambil berputar di sekeliling kapal lalu mengamati situasi.

Para perompak kemudian mengumpulkan seluruh anak buah kapal (ABK) berjumlah delapan orang untuk berkumpul di salon ABK kemudian mengikat tangan dengan menggunakan tali plastik yang sudah di siapkan oleh perompak.

Pada hari Jumat 7 Januari 2022, sekira pukul 02.45 WITA, kapal berhenti dan mengapung. ABK yang disuruh mengemudikan kapal disekap kembali.

Lalu, sekira pukul 03.15 WITA, ABK merasakan ada kapal yang bersandar di lambung kanan SPOB Graha 21.

Selanjutnya, sekira pukul 03.20 WITA, salah satu perompak membawa satu botol berisi BBM jenis solar yang diduga merupakan muatan milik SPOB Graha 21 dan menunjukkan ke ABK bahwa BBM tersebut tidak laku dijual.

Rekomendasi