Genjot Vaksinasi, Pemerintah Bakal Tambah Gerai Vaksin di Ruang Pelayanan Publik

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, untuk mengatasi Covid-19, protokol kesehatan dan upaya vaksinasi harus dilakukan.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Genjot Vaksinasi, Pemerintah Bakal Tambah Gerai Vaksin di Ruang Pelayanan Publik
Menko PMK Muhadjir Effendy inspeksi ke Bandara Soekarno-Hatta. ©2020 Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, untuk mengatasi Covid-19, protokol kesehatan dan upaya vaksinasi harus dilakukan.Hal tersebut seiring dengan arahan Presiden Joko Widodo yaitu saat antisipasi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), TNI/Polri, Pemda, dan pihak-pihak terkait harus menyiapkan gerai-gerai vaksinasi termasuk di pusat kunjungan masyarakat seperti mal.

"Sesuai arahan Bapak Presiden diupayakan di pusat-pusat kunjungan orang disediakan vaksinasi. Kemudian disiapkan segala macam fasilitas yang memungkinkan mereka bisa menikmati libur tahun baru ini dengan sebaik-baiknya, dengan bergembira," kata Muhadjir usai melakukan sidak di Tangcity Mall, Tangerang, Jumat (31/12).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, vaksinasi terhadap anak bukan hanya melindungi dari Covid-19, tetapi juga bisa menjadi penyekat agar Covid-19 tidak menularkan kepada orang tua terutama lanjut usia.

“Bagaimanapun anak-anak ini kan dekat dengan kakek neneknya yang usia lanjut yang rentan dengan Covid-19. Walaupun mungkin anak ini tingkat keparahannya rendah kalaupun terkena Covid-19, tapi dia bisa menyelamatkan kakek neneknya dan anak-anak kalau sudah disuntik vaksin. Orang tuanya juga confident kalau nanti anaknya masuk sekolah tatap muka,” kata Muhadjir.

Sementara itu berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, capaian vaksinasi di Kota Tangerang untuk dosis 1 sudah mencapai 1.494.931 (101,1%) dan dosis 2 sebanyak 1.075.398 (72,7%). Sementara, capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun yaitu 47,3% atau 88.309 dari target 185.989.

Usai melakukan sidak di Tangcity Mall, Menko PMK juga memantau Posko Pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 Polres Metro Tangerang Kota serta mengunjungi Gereja Katolik Hati Santa Perawan Maria.Muhadjir ingin memastikan pelaksanaan ibadah malam tahun baru oleh umat Katolik berjalan baik dan sesuai aturan. Diketahui, total jemaat yang dibolehkan mengikuti ibadah malam tahun baru sekira 1.000 dari total 2.400 jemaat dengan menerapkan prokes secara ketat.

Sosialisasi Persiapan Menuju Generasi Indonesia Emas 2045

Pemerintah saat ini sedang melakukan persiapan menuju generasi Indonesia emas 2045. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan sosialisasi kepada sivitas akademika di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Jumat (31/12).

"Tadi saya memberikan ceramah tentang persiapan menyongsong Generasi Indonesia Emas 2045. Kalau 2045, berarti yang sekarang kuliah di UMT ini usianya 18-20 nanti mereka usianya antara 40-45. Itulah puncak usia produktif mereka dan yang akan memegang peranan penting Indonesia Emas 2045 itu ya mereka yang sekarang sedang kuliah di perguruan tinggi termasuk di UMT," kata Muhadjir dikutip dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/1).

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu menyampaikan salah satu kebijakan radikal pemerintahan Presiden Jokowi yaitu pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak dimulai dari tengah. Melainkan kata dia dari hulu yaitu 1000 hari pertama kehidupan atau sejak dalam kandungan sampai 2 tahun dalam susuan ibu.

Muhadjir menjelaskan untuk mendukung hal tersebut, pemerintah telah menyiapkan program bimbingan pranikah bagi para calon pengantin. Tujuannya agar calon pengantin, khususnya perempuan, dapat diberikan bekal agar siap menjalani kehidupan rumah tangga dan melahirkan keturunan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

"Program bimbingan pranikah itu kemarin sudah dilaunching oleh Kepala BKKBN di Boyolali. Jadi, bagi mereka yang mengikuti bimbingan pranikah itu nanti akan diberikan sertifikat dan harapannya tentu mereka lebih siap karena sudah dibekali pengetahuan mulai dari kesehatan reproduksi, membangun ekonomi keluarga, hingga kehidupan berkeluarga," bebernya.

Dia juga menjelaskan data Bank Dunia yang menyebutkan angkatan kerja di Indonesia sekitar 52% merupakan mantan stunting. Dia menegaskan kondisi tersebut tidak boleh terjadi kembali untuk generasi selanjutnya.

"Karena itu, Pak Presiden meminta tahun 2024 nanti angka stunting kita harus di kisaran 14%, sekarang masih sekitar 24%. Ini adalah tugas kita bersama agar masa depan Indonesia ke depan kita bisa menjadi bangsa yang maju dan berdaya saing," pungkasnya.

Rekomendasi