Kepolisian membentuk tim urai di jalur tol Solo-Ngawi sepanjang 91 kilometer menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2022. Tim urai yang dilengkapi moge (motor gede) akan bertugas mengurai lalu lintas saat terjadi kecelakaan maupun kemacetan di tol.
"Saat operasi Nataru ini, mungkin yang pertama kali kita membentuk tim urai. Ini atas inisiatif bapak Dirlantas. Nanti setiap 11 kilometer, akan ada tim urai dengan membawa moge," kata Kanit 7 PJR Kartasura AKP Yulianto di sela kampanye keselamatan berkendara di Rest Area 519 B, Sragen, Jumat (24/12).
Yulianto mengatakan, tim urai itu akan mengurai manakala terjadi kecelakaan dan kemacetan di ruas tertentu. Menurut dia, kendaraan moge digunakan karena mobilitasnya lebih cepat dan lebih mudah melakukan manuver.
"Jadi sepanjang JSN ini nanti ditempatkan 6 kendaraan bermotor di sini. Jadi nanti kita akan siap membantu sewaktu-waktu manakala namti terjadi kemacetan atau kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kemacetan," kata dia.
General Manajer Teknik dan Operasional JSN Saktia Lesan Dianasari mengatakan, sebagian besar penyebab kecelakaan di jalan tol karena faktor kecepatan, antara kendaraan kecil atau golongan 1 dengan golongan non 1.
"Jadi ada jarak kecepatan yang sangat tinggi. Akibatnya mungkin pengguna kurang antisipasi. Itu juga harus menjadi perhatian bersama antara lain menaati batas kecepatan yang ditentukan,” kata dia.
Ke depan, Saktia menyebut, akan dilaksanakan tilang elektonik bekerjasama dengan pihak kepolisian. Tilang elektronik akan dilaksanakan di seluruh ruas jalan tol.