Wakil Presiden Ma'ruf Amin menikmati kopi di BKaro Coffe Shop di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, Kamis (9/12) malam. Pada kesempatan itu Ma'ruf sempat berbicang dengan pemilik kedai kopi yang sudah berdiri sejak 1940, Numput Ginting.
Numput Ginting, turut menceritakan karakteristik kopi yang ditawarkan di kedainya. Tak lupa dia juga menunjukkan foto ayahnya yang terpajang di dinding kedai.
"Di sini enggak ada kopi modern. Kopi susu, kopi pahit tanpa gula, kopi manis dan es," kata Ginting kepada Ma'ruf Amin.
Ginting pun menceritakan, sebelum pandemi Covid-19, banyak wisatawan manca negara mampir ke kedai BKaro untuk menikmati kopi. Namun setelah pandemi, keadaan berubah. Dia juga menyampaikan harapan agar ke depan keadaan dapat berangsur membaik sehingga kondisi perdagangan dan pariwisata di Danau Toba dapat pulih kembali.
"Semoga situasi cepat membaik biar semua normal," harap Ginting.
Menanggapi hal tersebut, Ma'ruf menyampaikan bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk mengendalikan pandemi Covid-19 beserta dampaknya di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, kerja sama seluruh pihak dan masyarakat pun sangat diharapkan.
"Kita memang lagi mengembalikan suasana supaya lebih baik lagi. Membangun komunitas supaya bisa normal," kata Ma'ruf.
Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan tersebut, Ma'ruf pun berbincang akrab dengan rekan media yang ikut dalam rombongan kunjungan kerja tersebut. Ma'ruf mengaku sudah tidak minum kopi.
"Peminum kopi, kalau sudah minum kopinya bisa satu mug besar. Setelah itu saya berhenti tahun 1993. Pokoknya semua jenis kopi suka. Arabica, robusta," kenang Wapres.