Terseret Arus di Bendungan Lappa Angin, Pelajar di Parepare Ditemukan Meninggal Dunia

Djuanidi menjelaskan korban ditemukan pada hari ketiga di kedalaman sekitar 3 meter. Hal itu setelah Tim Penyelam melakukan penyisiran di sekitar bendungan.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Terseret Arus di Bendungan Lappa Angin, Pelajar di Parepare Ditemukan Meninggal Dunia
mayat. ©2012 Merdeka.com

Tim SAR gabungan akhirnya menemukan pelajar bernama Jibril (15) usai terseret arus di Bendungan Lappa Angin Parepare. Jibril dilaporkan hilang di Bendungan Lappa Angin sejak Minggu (28/11).

Kepala Badan Save and Rescue Nasional (Basarnas) Sulawesi Selatan (Sulsel), Djuanidi mengatakan, pencarian terhadap Jibril berhasil setelah mendapatkan bantuan tambahan tim penyelam. Tambahan tim penyelam yang dikirim Basarnas Sulsel dari Makassar bergabung dengan Tim SAR gabungan menemukan korban di Bendungan Lappa Angin Parepare, Selasa (30/11).

"Alhamdulillah, menjelang siang korban sudah ditemukan. Meskipun dalam keadaan meninggal dunia," katanya, Selasa (30/11).

Dia menjelaskan korban ditemukan pada hari ketiga di kedalaman sekitar 3 meter. Hal itu setelah Tim Penyelam melakukan penyisiran di sekitar bendungan.

"Korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit terdekat untuk diserahkan ke pihak keluarga," jelasnya.

Sebelumnya, pada Minggu (28/11), korban diketahui sedang berenang bersama teman-temannya di sungai Lappa Angin. Namun nahas, kondisi curah hujan cukup tinggi membuat sungai meluap dan membuat mereka terjebak arus sungai.

Beberapa teman korban berhasil dievakuasi di hari yang sama, sementara korban terbawa arus dan dilaporkan hilang.

Atas peristiwa ini, Djunaidi kembali mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada saat berkegiatan di area sungai apalagi jika sedang turun hujan.

"Kami menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Dan berharap agar kejadian ini menjadi peringatan penting bagi kita semua agar selalu waspada dalam beraktifitas di area sungai untuk selalu mengutamakan keselamatan diri," imbau Djunaidi.

Selain Jibril, diketahui bahwa di hari yang sama, dua mahasiswi sedang mengikuti kegiatan organisasinya di area sungai di Parepare juga turut menjadi korban meninggal dunia setelah terjebak air sungai yang tiba-tiba meluap.

Rekomendasi