Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta Korps Brigade Mobil (Brimob) turun tangan mencegah terjadinya potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dalam kegiatan baik nasional maupun internasional.
"Ancaman terkait masalah kamtibmas dengan kegiatan nasional dan internasional yang perlu pengamanan dan pengawalan," kata Sigit saat menghadiri acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Brimob di Mako Brimob, Depok Jawa Barat, Minggu (14/11).
Salah satu contoh kegiatan yang berpotensi mendapat gangguan Kamtibmas dalam lingkup nasional yakni agenda politik, Pemilu Serentak 2024. "Dan juga tentunya kegiatan politik ke depan yang mulai berlangsung, dari Pileg, Pilkada, ataupun agenda Pilpres itu sendiri," sebutnya.
Berita lengkap mengenai Pemilu bisa dibaca di Liputan6.com
Menurut Sigit, agenda-agenda itu sangat berpotensi menimbulkan berbagai ancaman yang dapat mengganggu Kamtibmas di tengah masyarakat. Untuk menghadapi tantangan yang semakin beragam, Polri saat ini tengah mempersiapkan perubahan atau restrukturisasi organisasi pada tubuh Korps Brimob. Pasukan pelopor Brimob akan ditambah di Indonesia Barat, Tengah, Timur, dan di Ibu Kota negara.
Selain itu, akan ada tambahan beberapa jenderal. Komandan Brimob juga akan dijabat jenderal berbintang tiga atau komisaris jenderal polisi. "Tentunya saat ini masih berproses. Korps Brimob dengan pengembangan ini akan kita tingkatkan kita dorong untuk tambahan beberapa bintang, dan untuk kepala Korps Brimob akan kita tingkatkan menjadi bintang tiga karena tugas dan tanggung jawabnya yang semakin berat," tuturnya.
"Ini semua dalam rangka memberikan respons cepat terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi di lapangan, sehingga kita bisa berikan pelayanan yang baik kepada masyarakat," tambahnya.