Berkunjung ke Sumba Timur Seperti Pulang ke Rumah Sendiri

Masyarakat di Sumba Timur masih mengusung tradisi pemberian sirih pinang dan kapur atau pahapa bagi para tamu yang datang. Kepada wisatawan yang hadir pasti ditawarkan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Berkunjung ke Sumba Timur Seperti Pulang ke Rumah Sendiri
Sumba Timur Menyambut Tamu. ©2021 Merdeka.com

Keramahan masyarakat Sumba Timur ketika menerima tamu tak perlu diragukan lagi. Tatapan ramah dan tutur kata yang lembut menyapa pembuka setiap perjumpaan pasti membuat wisatawan nyaman dan betah.

Di Sumba Timur ada tradisi khusus ketika menyambut tamu. Tradisi ini membuat siapa saja pengunjung yang datang akan merasa diterima layaknya keluarga. Masyarakat di Sumba Timur masih mengusung tradisi pemberian sirih pinang dan kapur atau pahapa bagi para tamu yang datang. Kepada wisatawan yang hadir pasti ditawarkan.

Pengalaman tersebut kami alami ketika menyambangi salah satu rumah. Setelah duduk di beranda rumah, seorang warga datang membawa wadah dari anyaman lontar. "Makan sirih pinang," ungkapnya sambil menyodorkan wadah tersebut.Di dalamnya sudah tersedia sirih, pinang dan kapur sirih yang siap dicicipi. Tradisi tersebut merupakan bentuk penghormatan bagi tamu yang berkunjung ke Sumba Timur.

Menghargai tamu yang datang merupakan prinsip yang benar-benar dijalankan dengan baik. Tentu tak semua pengunjung bersedia mencicipinya. Jika demikian, maka sang tamu akan ditawarkan kopi sebagai hidangan pembuka. Sambil menyeruput kopi, para wisatawan bisa bercengkrama dengan warga kampung. Sekedar bertukar cerita tentang perjalanan atau mendengar kisah tentang Sumba Timur.

Warga akan dengan sangat antusias bercerita dan berbagi pengalaman. Tamu pun berkesempatan membagikan ceritanya. Kalau sudah begitu, maka kunjungan ke Sumba Timur tak lagi terasa seperti perjalanan wisata, tapi seperti datang ke rumah sendiri dan berjumpa keluarga.

Sebagai daerah yang kaya akan adat dan istiadat, Sumba Timur memiliki beragam tradisi menyambut tamu. Pemberian sirih pinang cuma salah satunya. Selain pemberian sirih pinang, penyematan kain tenun khas sumba Timur juga menjadi cara menerima tamu.

Tak hanya sampai di situ, wisatawan juga disambut dengan kemeriahan tarian adat dari warga setempat. Dengan busana adat yang khas serta diiringi musik tradisional tarian adat Sumba Timur terasa begitu unik dan indah. Serta menjadi hal yang akan dinikmati saat berwisata ke Sumba Timur.

Rekomendasi