Barang Bukti Ledakan di Rumah Orang Tua Veronica Koman Dibawa ke Puslabfor Polri

Polisi telah memeriksa lima saksi terkait kasus ledakan di depan rumah orang tua aktivis Papua, Veronica Koman. Kejadian itu terjadi di Jalan U, Jelambar Baru Gropet, Jakarta Barat pada Minggu (7/11) sekira pukul 10.45 Wib.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Barang Bukti Ledakan di Rumah Orang Tua Veronica Koman Dibawa ke Puslabfor Polri
Penampakan terduga teror di rumah orangtua Veronika Koman. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Polisi telah memeriksa lima saksi terkait kasus ledakan di depan rumah orang tua aktivis Papua, Veronica Koman. Kejadian itu terjadi di kawasan Jakarta Barat pada Minggu (7/11) sekira pukul 10.45 Wib.

"Sampai saat ini 5 orang (saksi)," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Joko Dwi Harsono saat dihubungi, Rabu (10/11).

Lima saksi diperiksa itu yakni pembantu hingga penjaga keamanan setempat atau satpam (security).

"Pemilik rumah, pembantu dan security (yang diperiksa)," sebutnya.

Selain itu, terkait dengan barang bukti yang ditemukan di lokasi, lanjut Joko Dwi, sudah dibawa ke laboratorium forensik (labfor).

"BB sudah dibawa ke labfor untuk di olah," ujar dia.

Diketahui, teror terjadi di kediaman orang tua aktivis Papua, Veronica Koman, daerah Jelambar Baru Gropet, Jakarta Barat, Minggu (7/11) lalu.

Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri masih menyelidiki benda diduga bom tersebut. Tak cuma meledak, dalam benda tersebut pun tertulis sebuah pesan bernada ancaman bagi Veronica Koman.

"Kami bersama Restro Jakbar masih menyelidiki peristiwa ini. Tim Densus 88 melalui Satuan Tugas wilayah DKI sudah mendatangi lokasi dan mengumpulkan informasi yang ada," kata Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Kombes Aswin Siregar kepada wartawan, Senin (8/11).

2 Terduga Pelaku Teror di Rumah Orang Tua Veronica Koman

Rekaman CCTV merekam dua orang yang mengendarai sepeda motor secara berboncengan berada di depan kediaman orang tua aktivis Papua, Veronica Koman. Kedua orang itu diindikasikan sebagai terduga pelaku teror yang melempar benda hingga menimbulkan ledakan.

Penasihat hukum Veronica Koman, Michael Himan memberikan foto terduga pelaku ke awak media. Terlihat, terduga pelaku mengenakan helm berwarna hitam berboncengan dengan menggunakan sepeda motor.

Nampak salah satu diantara terduga pelaku mengenakan atribut salah satu perusahaan ojek berbasis aplikasi. Hilman menjelaskan, kedua orang itu patut diduga yang melempar suatu benda ke rumah orang tua kliennya.

"Memang benar kedua orang itu yang melakukan pelemparan diduga bom,” katanya saat dihubungi, Selasa (9/11).

Menurutnya, benda yang dilemparkan itu adalah sejenis bom bukan petasan sebagaimana keterangan dari kepolisian. Keyakinan Hilman diperkuat dengan hal-hal yang ditemukan di lapangan.

"Jadi gini logikanya. Petasan itu kalau dibungkus terus dibuang tanpa dibakar itu enggak mungkin," ujarnya.

Hilman menerangkan, salah satunya adalah keterangan dari warga setempat. Pengakuannya mereka, ledakan terdengar sampai radius 35 meter dari rumah orang tua Veronica Koman.

"Saya pikir ini ada semacam bom tetapi diduga ya, semacam bom tapi bukan dengan daya ledak yang besar. Seperti itu. Ini kecil tapi bunyinya itu kencang. Sampai saya mengecek ke lokasi dan menanyakan kepada warga itu sampai 350 meter," jelasnya.

Dia juga meminta aparat penegak hukum menyelidiki secara profesional supaya bisa mengungkap pelaku serta aktor intelektual. Aksi teror semacam ini dilakukan sangat terencana dan terstruktur. Para pelaku pasti sudah mempelajari situasi di tempat kejadian perkara.

"Kami menduga ini kan by design," tutupnya.

Terpisah, Public Relation Grab Indonesia, Dewi Nuraini mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memberikan dukungan penuh dalam proses investigasi.

Grab Indonesia sendiri telah melakukan penelusuran nomor polisi kendaraan beroda dua yang sempat tertangkap di CCTV dan nomor tersebut tidak terdaftar dalam database Mitra Pengemudi.

"Kami terus memonitor perkembangan dan siap berkoordinasi dengan pihak kepolisian serta pihak terkait lainnya," tandas dia.

Rekomendasi