Kabupaten Empat Lawang merupakan salah satu dari beberapa daerah di Sumatera Selatan dengan realisasi vaksinasi Covid-19 masih rendah. Hal ini disebabkan banyak faktor, salah satunya adalah rendahnya kesadaran masyarakat tentang kegunaan vaksin.
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad mengungkapkan, masih banyak warganya yang tidak ingin disuntik vaksin karena menganggap Covid-19 tidak ada. Apalagi kasus penyebaran virus corona di daerah itu terbilang sedikit dan Empat Lawang tercatat daerah terendah di Sumsel dalam kasus Covid-19.
Berdasarkan catatan Dinkes Sumsel, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Empat Lawang sejak pandemi hingga 8 November 2021 sebanyak 380 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 343 pasien sembuh, 35 orang meninggal dunia, dan dua pasien masih menjalani isolasi mandiri.
"Orang mengira Covid-19 itu tidak ada karena dari sisi jumlah kasus, penyebaran virus corona di Empat Lawang sangat sedikit," ungkap Joncik, Selasa (9/11).
Hambatan vaksinasi lain adalah penolakan warga terhadap vaksin Moderna. Warga menganggap dampak setelah vaksin cukup berat sehingga mereka menjadi takut menggunakan vaksin merek itu.
"Kebanyakan warga yang divaksin Moderna langsung demam tinggi selama tiga hari, termasuk saya juga. Jadi terpaksa saya mengembalikan 6 ribu dosis vaksin Moderna dan diganti dengan vaksin Sinovac," kata dia.
Persoalan geografis juga menjadi kendala dalam realisasi vaksinasi. Mayoritas warga di kabupaten itu tinggal di daerah pelosok perbukitan, dan tidak bermukim di satu tempat yang ramai atau berkerumun.
"Warga kami tinggal menyebar di perbukitan, itu cukup menyulitkan juga," ujarnya.
Joncik mengakui cakupan vaksinasi di Empat Lawang sangat rendah, saat ini dosis pertama baru 18,63 persen dari target 263.670 orang dan dosis kedua hanya 9,51 persen. Menurut dia, angka itu belum terakumulasi karena masih banyak vaksinasi yang belum tercatat karena terkendala input data.
"Sebenarnya cakupan vaksinasi di Kabupaten Empat Lawang lebih tinggi dari pada yang tercatat," kata dia.
Joncik menargetkan awal tahun nanti 70 persen warganya sudah divaksin. Sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya vaksinasi akan digencarkan agar mereka bersedia dilakukan suntikan.
"Kami akan gencarkan lagi, paling tidak awal tahun nanti sudah 70 persen yang divaksin," terangnya.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru meminta kepala daerah untuk mencari inovasi agar warganya bersedia divaksin. Dengan demikian, target herd immunity awal 2022 di Sumsel terwujud dan dapat keluar dari pandemi.
"Saya minta ada perbaikan, perlu inovasi, masih ada waktu," kata Deru.
Dia mengakui realiasi vaksin di provinsi itu di bawah rata-rata nasional yang telah mencapai 60,15 persen untuk dosis satu dan 37,98 persen untuk dosis dua. Sedangkan cakupan vaksinasi di Sumsel saat ini baru 43,38 persen dosis satu dan 37,98 persen dosis dua.
"Paling tidak sampai akhir tahun nanti sudah tembus 50 persen dan awal tahun 70 persen," pungkasnya.