Jika Ditemukan Kasus, Polri Siap Bentuk Lagi Satgas Anti Mafia Bola

Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto menjelaskan bahwa Satgas Antimafia Bola bukan dibubarkan, melainkan masa tugasnya yang memang sudah selesai.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Jika Ditemukan Kasus, Polri Siap Bentuk Lagi Satgas Anti Mafia Bola
Satgas Anti Mafia Bola tangkap enam orang terbelit kasus pengaturan skor. ©2019 Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola telah dibubarkan pada 2020 lalu. Kabar ini baru naik ke publik usai munculnya kasus dugaan pengaturan skor atau match fixing yang kembali terjadi di kancah sepak bola Indonesia.

Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto menjelaskan bahwa Satgas Antimafia Bola bukan dibubarkan, melainkan masa tugasnya yang memang sudah selesai.

"Ya bukan bubar. Gini lo, satgas itu kan waktu itu dibentuk karena ada kasus yang memang secara masif harus ditangani. Kemudian sudah ditangani dan selesai. Nah secara otomatis kan satgas itu dibatasi ruang dan waktu," tutur Imam saat dikonfirmasi, Selasa (9/11).

Menurut Imam, para anggota Satgas Antimafia Bola juga sudah berpindah tugas lantaran kepentingan tugas lain dan untuk pengembangan organisasi Polri.

"Orang-orang satgasnya juga sudah pada bergeser ke mana-mana, kan gitu. Makanya kemudian selesai," kata dia.

Imam membenarkan masa tugas Satgas Antimafia Bola berakhir pada 2020. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan Polri membentuk kembali Satgas tersebut, tentunya dengan melihat situasi dan kebutuhan khusus dalam penanganan kasus.

"Bisa dibentuk lagi tapi harus ada kebijakan pimpinan. Membentuk satgas lagi manakala ada kasus yang terjadi dan membutuhkan penanganan segera," Imam menandaskan.

Sebelumnya,Isu pengaturan skor di Liga Indonesia kembali mencuat. Isu tersebut menjadi perhatian Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali.

Sementara terkait pembentukan ulang satgas antimafia bola, Zainudin mengaku pihaknya akan berkomunikasi terlebih dahulu dengan PSSI. Tak hanya itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kepolisian.

"Besok pagi saya balik ke Jakarta, saya akan bicara dengan PSSI dan saya akan koordinasikan dengan pihak polisi," kata Zainudin usai membuka acara DBon di Hotel Myko Makassar, Minggu (7/11).

Zainudin mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang telah melaporkan temuan dugaan pengaturan skor ke pihak polisi. Ia berharap hal tersebut bisa segera memberikan hasil.

"PSSI sudah melakukan langkah-langkah bahkan melapor ke pihak kepolisian. Semoga langkah yang dilakukan PSSI bisa segera ada hasilnya," lanjutnya.

Zainudin mengaku yakin kepolisian akan bergerak cepat untuk mengungkap siapa dalang yang melakukan pengaturan skor di Liga Indonesia. Ia merasa yakin ada pihak yang terlibat dalam pengaturan skor di Liga Indonesia.

"Saya yakin pihak kepolisian akan cepat mendapatkan siapa menjadi otak itu. Kalau tidak ada otaknya, enggak mungkin," kata dia.

Ia berharap nantinya kepolisian bisa mengungkap otak pengaturan skor di Liga Indonesia. Hal tersebut agar ada efek jera.

"Dan tidak terulang karena kita harap sepak bola kita semakin baik. Kepercayaan masyarakat soal persepakbolaan kan sekarang semakin tumbuh, jangan sampai rusak karena ulah 1-2 orang," harapnya.

Ia berharap bisa mendapatkan masukan dari PSSI agar sepak bola Indonesia semakin maju dan tidak ada mafia bola.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi