Wisatawan Gunung Pandan Aceh yang Hilang Terseret Banjir Bandang Ditemukan

Gadis remaja itu ditemukan pada pukul 18.00 WIB, di sekitar pinggir sungai perumahan kelapa sawit pondok B, Desa Simpang Kiri, Kecamatan Tenggulun.

Alfath Asmunda
Oleh Alfath Asmunda - Reporter
Wisatawan Gunung Pandan Aceh yang Hilang Terseret Banjir Bandang Ditemukan
Evakuasi korban banjir bandang di Aceh Tamiang. ©2021 Merdeka.com

Dea Afrianda (24) warga Desa Janggus, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang hilang terseret arus banjir bandang di Aceh Tamiang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Gadis remaja itu ditemukan pada pukul 18.00 WIB, di sekitar pinggir sungai perumahan kelapa sawit pondok B, Desa Simpang Kiri, Kecamatan Tenggulun, Senin (8/11).

"Tim gabungan dari TNI-Polri, Basarnas, BPBD Aceh Tamiang bersama masyarakat sekitar melakukan penyisiran sungai. Sekitar pukul 18.00 WIB akhirnya pencarian tersebut menuai hasil, jasad korban ditemukan dalam posisi telungkup di pinggir sungai," kata Danposramil Tenggulun, Pelda Muhammad Wahidi.

Dia menjelaskan, usai ditemukan korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Simpang Kiri. Kemudian, sekitar pukul 18.30 WIB, korban dibawa pulang pihak keluarga ke kediamannya menggunakan mobil ambulans.

Sebelumnya diberitakan, empat wisatawan yang sedang menikmati wahana pemandian di objek wisata Gunung Pandan, Desa Selamat, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang hanyut terseret banjir bandang, yang terjadi Minggu sore (7/11).

Tiga orang yang terjebak di tengah arus banjir berhasil diselamatkan warga yakni, Akbar (20), M. Isma (25) dan Herda Safitri (20). Mereka merupakan warga Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

Rekomendasi