Tuntaskan Program Rehabilitasi Permukiman Kumuh di Solo, Menko PMK Temui Gibran

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy kembali melakukan kunjungan kerja ke Solo, Rabu (27/10). Muhadjir melakukan pertemuan dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, di Bale Tawangarum.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Tuntaskan Program Rehabilitasi Permukiman Kumuh di Solo, Menko PMK Temui Gibran
Gibran dan Menko PMK Muhadjir Effendy. ©2021 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy kembali melakukan kunjungan kerja ke Solo, Rabu (27/10). Muhadjir melakukan pertemuan dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, di Bale Tawangarum.

"Kunjungan saya ke sini untuk memastikan bahwa program program yang kemarin menjadi komitmen bersama Pemkot Solo tetap berlanjut. Terutama program untuk rehabilitasi permukiman kumuh di wilayah Kota Solo," ujar Muhadjir.

Muhadjir mengatakan, program rehabilitasi permukiman kumuh tersebut saat ini masih berjalan. Antara lain di RW 23 Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasarkliwon. Ia berharap tahun 2022 program tersebut bisa selesai.

"Karena itu kita kumpulkan sumber sumber dana dari berbagai lini untuk menyelesaikan secara keroyokan," katanya.

Muhadjir mengaku sudah menyanggupi beberapa yang akan dipercepat, termasuk membantu mencarikan sumber CSR (Corporate Social Responsibility) untuk membangun sejumlah rumah layak huni di sana. Rumah layak huni tersebut, lanjut dia, tak bisa didanai dari kementerian terkait, terutama PUPR.

"Solo nanti harus nol (tak ada permukiman kumuh). Solo harus menjadi model, yang nanti kita harapkan ini akan menjadi semacam prototipe untuk menyelesaikan kawasan kumuh di perkotaan yang lain," terangnya.

Gibran menambahkan, tahun ini ditargetkan 250 rumah layak huni selesai dibangun. Salah satunya di tanah HP 001. Sedangkan untuk keseluruhan ditargetkan rampung tahun 2023.

"PR-nya masih banyak, 2023 lah selesai semua," pungkas dia.

Rekomendasi