Terintegrasi 15 Mitra, Data Pengguna Dipastikan Tersimpan di Aplikasi PeduliLindungi

Data yang diakses oleh platform digital mitra PeduliLindungi sudah terenkripsi dan sudah dalam bentuk token. Sehingga, data hanya bisa dibaca oleh sistem kedua belah pihak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Terintegrasi 15 Mitra, Data Pengguna Dipastikan Tersimpan di Aplikasi PeduliLindungi
Aplikasi PeduliLindungi. ©2021 Antara

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa integrasi API QR Code PeduliLindungi dengan sejumlah aplikasi mitra akan patuh pada prinsip-prinsip perlindungan data pribadi dan data pengguna hanya disimpan di aplikasi PeduliLindungi.

“Data juga tidak disimpan di aplikasi mitra. Hal ini sudah tertuang dalam perjanjian dengan platform digital,” ujar Chief Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Setiaji dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (8/10).

Dia menambahkan data yang diakses oleh platform digital mitra PeduliLindungi sudah terenkripsi dan sudah dalam bentuk token. Sehingga, data hanya bisa dibaca oleh sistem kedua belah pihak.

Setiaji menegaskan data yang bisa diakses oleh aplikasi mitra hanyalah status kesehatan pengguna yang digunakan untuk bisa memasuki sebuah lokasi (kode berwarna hijau, merah, dan hitam).

Sedangkan data lokasi dan data pribadi lainnya tidak dimiliki oleh aplikasi mitra dan tetap berada di bawah pengawasan keamanan data PeduliLindungi.

“Rincian penggunaan data sudah ada di term and conditions dengan masing-masing aplikasi mitra, sudah jelas di sana,” kata Setiaji.

Integrasi dengan aplikasi dan 35 mitra berawal dari meluasnya implementasi penggunaan PeduliLindungi. Tidak hanya berlaku di industri, transprotasi, pariwisata, PeduliLindungi bahkan tengah uji coba untuk digunakan di lingkungan sekolah.

Oleh sebab itu, pemerintah melihat pemanfaatan PeduliLindungi akan makin luas apabila menggandeng pihak ketiga. Saat ini, PeduliLindungi sudah tersedia di 15 mitra, sedangkan 35 mitra lainnya secara bertahap akan rampung diimplementasikan pada akhir Oktober 2021.

QR Code PeduliLindungi Telah Terintegrasi dengan Belasan Aplikasi

Pemerintah menyebut QR Code PeduliLindungi telah terintegrasi dengan belasan aplikasi lain. Integrasi ini untuk memudahkan warga menggunakan fitur yang difungsikan untuk mendukung pelacakan penularan COVID-19 serta pemantauan penerapan protokol kesehatan.

Sampai hari ini, disebut ada 15 aplikasi yang tergabung dalam ekosistem digital PeduliLindungi termasuk Bank Mandiri, BNI, Link Aja, Jaki, Grab, dan Gojek, dan ada 35 mitra lain yang secara bertahap sedang mengintegrasikan QR Code PeduliLindungi dalam layanan mereka.

"Mudah-mudahan kerja sama ini bisa membangun infrastruktur kesehatan Indonesia yang lebih baik ke depannya," kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers virtual mengenai peluncuran integrasi QR Code PeduliLindungi dengan aplikasi lain di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (7/10).

"Saya di sini berterima kasih kepada para mitra karena untuk bisa menjangkau seluruh rakyat Indonesia yang melakukan aktivitas tersebut, kita tahu bahwa kita tidak mungkin bekerja sendiri, harus bersama-sama," katanya.

Ditambahkan Chair Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan, Setiaji, memastikan data pengguna tetap aman setelah integrasi fitur PeduliLindungi dengan aplikasi-aplikasi lain.

Setiaji menjelaskan, data yang diakses oleh mitra adalah data terenkripsi yang dikirimkan dalam bentuk token.

Menurut dia, data yang bisa diakses oleh mitra dalam aplikasi PeduliLindungi hanya data status pengguna untuk dapat memasuki ruang publik dan data tersebut tidak tersimpan di dalam aplikasi mitra.

"Data pribadi dan lain sebagainya, termasuk lokasi, tidak kita simpan dan informasi mengenai keamanan perlindungan data tersebut juga tertera di dalam term and conditions yang ada di masing-masing platform mitra digital," katanya.

Rekomendasi