Batik Air dengan registrasi PK-LAQ bernomor penerbangan ID-6257 di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Samarinda Kalimantan Timur, terpaksa batal terbang ke Jakarta sore ini. Penyebabnya taxiway atau jalur penghubung apron ke runway ambles.
Batik Air menyatakan pesawat jenis Airbus A320 itu telah disiapkan sebaik mungkin sesuai standar operasional. Pesawat dinyatakan laik terbang serta beroperasi (airworthiness for flight).
"Persiapan layanan 103 tamu dan kargo berjalan lancar selama di darat," kata Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, melalui keterangan tertulis diterima merdeka.com, Selasa (5/10).
Batik Air mengoperasikan pesawat tersebut hari ini, direncanakan untuk melayani penerbangan dari Samarinda tujuan Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten (CGK).
"Penerbangan ID-6257 dijadwalkan berangkat pukul 15.15 WITA dan diperkirakan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 16.20 WIB," ujarnya.
Batik Air PK-LAQ mulai bergerak menuju runway melalui taxiway. Ketika berada tepat (posisi sempurna sesuai jalur) di taxiway, pilot memutuskan untuk menunda keberangkatan dengan menghentikan pergerakan pesawat.
"Dikarenakan merasakan struktur permukaan aspal pada landas hubung seperti tidak normal, berbeda sebagaimana semestinya. Pilot berkomunikasi dengan petugas lalu lintas udara serta petugas layanan darat (ground handling) untuk melakukan pengecekan," ungkap Danang.
Danang menjelaskan, Batik Air menerima konfirmasi, bahwa taxiway dimaksud harus dilakukan pengecekan, karena kondisi amblas. Untuk itu, guna mempermudah proses pergerakan posisi pesawat ke apron (landas parkir) dengan cara didorong (ditarik mundur).
"Untuk itu, guna mengurangi beban pesawat seluruh tamu dan kargo diturunkan. Para tamu dikembalikan ke ruang tunggu untuk mendapatkan pelayanan dan informasi lebih lanjut. Batik Air menyampaikan, bahwa posisi pesawat pada jalur normal (tidak tergelincir)," tegas Danang.
Masih disampaikan Danang, Batik Air senantiasa berkoordinasi dan kerjasama dengan pengelola bandar udara serta pihak terkait lainnya, agar proses pemindahan posisi pesawat berjalan lancar.
Hingga kini, selama proses pengecekan dan perbaikan taxiway, tidak ada penerbangan yang beroperasi untuk fase lepas landas dan mendarat. "Batik Air akan meminimalisir dampak yang timbul, agar operasional penerbangan Batik Air lainnya tetap berjalan normal atau tidak terganggu," pungkas Danang.