Warga Aceh Ngamuk, Kemenkes Ingatkan Vaksinasi Upaya Keluar dari Pandemi Covid-19

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi berharap semua masyarakat mendukung vaksinasi Covid-19.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Warga Aceh Ngamuk, Kemenkes Ingatkan Vaksinasi Upaya Keluar dari Pandemi Covid-19
Antrean vaksinasi Covid-19 di Depok. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Kementerian Kesehatan merespons aksi pengrusakan fasilitas vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya. Pengrusakan dilakukan masyarakat karena diduga geram dipaksa mengikuti vaksinasi Covid-19.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi berharap semua masyarakat mendukung vaksinasi Covid-19. Vaksinasi merupakan salah satu upaya keluar dari pandemi virus SARS-CoV-2.

"Kita berharap semua masyarakat dapat mendukung upaya kita bersama untuk vaksinasi sebagai salah satu upaya keluar dari pandemi covid," kata Nadia kepada merdeka.com, Selasa (28/9).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan meminta pemerintah daerah melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam melakukan sosialisasi vaksinasi Covid-19. Dengan begitu, masyarakat lebih mudah menerima ajakan vaksinasi Covid-19.

"Melibatkan tokoh agama dan masyarakat dapat dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat," tuturnya.

Ratusan masyarakat di Kabupaten Aceh Barat Daya mengamuk dan merusak fasilitas vaksinasi Covid-19 di lokasi Pengkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Kecamatan Susoh. Masyarakat berang lantaran diduga adanya paksaan untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

Petugas vaksinator yang dikawal TNI-Polri tak bisa berbuat banyak menghentikan tindakan tersebut dan lari menyelamatkan diri.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya, Safliati mengatakan, sasaran vaksinasi itu ditujukan untuk masyarakat umum dan nelayan. Warga yang membeli ikan di PPI Ujong Serangga diminta untuk mengikuti vaksinasi.

"Saya tiba di sana tadi sudah selesai. Tak ada keributan lagi. Nakesnya pun sudah meninggalkan lokasi. Petugas nakes itu dari Puskesmas Sangkalan, Susoh," katanya kepada merdeka.com, (28/9).

Dia menjelaskan, banyak warga yang menolak dan putar balik meninggalkan lokasi PPI karena melihat petugas di depan pintu masuk.

Melihat itu, nelayan yang menjual ikan marah dan melakukan protes ke petugas. Protes berujung perusakan meja, kursi, dan berkas vaksinasi.

"Vaksinasi tersebut baru dilakukan hari ini. Sekitar delapan orang petugasnya," tutup Safliati.

Rekomendasi