Jelang PTM Terbatas di Depok, Orang Tua Masih Ada Tak Izinkan Anak Kembali ke Sekolah

Sejumlah orang tua murid di Kota Depok ternyata belum siap untuk pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) Oktober nanti. Pihak sekolah sudah menyebar angket untuk mengetahui sejauh mana orang tua siap mengizinkan anaknya untuk PTM.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Jelang PTM Terbatas di Depok, Orang Tua Masih Ada Tak Izinkan Anak Kembali ke Sekolah
Belajar tatap muka di SDN Pondok Labu 14 Pagi. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Sejumlah orang tua murid di Kota Depok ternyata belum siap untuk pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) Oktober nanti. Pihak sekolah sudah menyebar angket untuk mengetahui sejauh mana orang tua siap mengizinkan anaknya untuk PTM.

Dari 1.000 siswa, 92 persen menyatakan siap PTMT. Sedangkan delapan persen mengaku tidak siap PTMT.

"Surat pernyataan Alhamdulillah kami sudah. Dari seluruh siswa, 1.000 lebih itu yang siap tatap muka. Yang tidak siap 8 persen dan yang siap 92 persen meminta tatap muka," kata Wakil Kepala SMPN 8 Bidang Sarpras, Raden Panji Nurjaman, Selasa (7/9).

Sejumlah persiapan dilakukan pihak sekolah sebelum PTMT digelar. Antara lain menyediakan tempat cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, hand sanitiser dan wajib vaksin. Untuk vaksinasi yang digelar hari ini ada di SMPN 8 Depok dengan target 5.000 siswa. Namun yang terdata hanya 1.500 saja karena sudah banyak siswa yang mengikuti vaksinasi mandiri.

"Dalam rangka vaksinasi untuk mempersiapkan siswa untuk kegiatan PTM terbatas. Sebenarnya, kami program vaksinasi 5ribuan, tapi data yang ternyata hasil verifikasi hanya 1.500 untuk di wilayah Cimanggis hari ini SMP 8 SMP 7 SMP 28 SMP 32 SMP 15 dan sekolah swasta juga. Dari 5.000 ternyata data yang masuk hanya 1.500. Karena setelah diverifikasi, anak-anak kita sudah banyak yang vaksin. Jadi vaksin mandiri di luar," ujar dia.

Jumlah siswa yang tervaksin di lokasi tersebut saat ini sudah mencapai 450 orang. Kemudian untuk guru yang sudah divaksin mencapai 90 persen. Ditargetkan vaksinasi selesai hari ini untuk yang sudah terdata.

"Mudah-mudahan (selesai hari ini). Nanti kami akan pecah belah, mungkin 85 persen sudah. Ada yang belum 12 tahun. Untuk gurunya insyaAllah sudah tervaksin 90 persen karena komorbid,” ujar dia.

Di tempat yang sama, Wakil Kepala SMPN 8 Bidang Kurikulum, Siti Rukiah menambahkan pembelajaran nanti dilakukan secara campuran (blended). Siswa kemungkinan hanya boleh dua hari ke sekolah dalam seminggu. Bagi yang tidak setuju dengan PTMT akan difasilitasi dengan PJJ.

"Yang tidak setuju (PTMT) ya kita akan memfasilitasi mereka dengan pembelajaran daring seperti biasa,” kata dia.

Untuk meyakinkan orang tua yang tidak setuju PTMT maka akan dibuktikan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat ketika berlangsung nanti. Biasanya, kata dia, mereka baru akan percaya setelah melihat langsung seperti apa mekanismenya. Alasan keberatan dari orang tua untuk PTMT kata dia antara lain dari syarat yang diajukan ketika mengisi angket.

"Alasannya karena rata-rata salah satu syarat siswa bisa tatap muka itu akses transportasi harus jelas. Kemudian orang tua ada kesanggupan misalnya harus mengantar atau menjemput karena masuk SMP ya takutnya mereka sekolah keluarnya mereka ngelayap ke mana-mana. Jadi ada persyaratan bisa mengantar dan bisa menjemput. Jadi itu yang sisanya ya mereka belum yakin dengan kondisi seperti ini,” pungkasnya.

Rekomendasi