PTM di Kabupaten Bogor Terganggu Vaksinasi Belum Merata & Persiapan Prokes di Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah menjelaskan, selain vaksinasi yang belum merata pada sektor pendidikan, masih ada beberapa sekolah belum siap dalam hal penyiapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

Rasyid Ali
Oleh Rasyid Ali - Reporter
PTM di Kabupaten Bogor Terganggu Vaksinasi Belum Merata & Persiapan Prokes di Sekolah
Belajar tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Banyak sekolah belum siap menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Bogor. Sebab, masih banyak peserta didik belum mendapat jatah vaksin Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah menjelaskan, selain vaksinasi yang belum merata pada sektor pendidikan, masih ada beberapa sekolah belum siap dalam hal penyiapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

"Mulai tingkat SD hingga SMP di Kabupaten Bogor ada sekitar 1.888 sekolah, 300 sekolah swasta dan 15 sekolah satu atap, tidak semua menggelar PTM," kata Juanda saat meninjau pelaksanaan PTM di SMPN 1 Bojonggede, Kamis (2/9).

Dia mengatakan, ada sekolah yang memberlakukan 50 persen peserta didik mengikuti PTM, namun ada juga yang hanya 30 persen bahkan 25 persen.

"Tergantung dari kesiapan sekolahnya seperti apa. Karena aturannya wajib prokes. Harus ada izin dari orang tua juga dan waktu pembelajaran maksimal hanya tiga jam di dalam kelas kemudian bergantian," kata dia.

Menurut dia, dari ribuan sekolah di Kabupaten Bogor, di luar jenjang SMA, baru 40 persen di antaranya menggelar PTM. Juanda memprediksi, Senin pekan depan, semua sekolah akan menggelar PTM.

"Saat ini mungkin baru sekitar 40 persen baik SD dan SMP. Full mungkin hari senin, setelah kami lakukan evaluasi dan validasi bersama Satgas Covid-19," ujar dia.

Juanda menerangkan, sejauh ini sekitar 90 persen tenaga pendidik di Kabupaten Bogor telah mendapat vaksin Covid-19. Sementara 10 persen sisanya yang disuntik vaksin lantara memiliki peyakit penyerta.

"Jadi guru yang belum disuntik vaksin tidak diizinkan untuk mengajar di sekolah. Untuk pelajar kan sudah berjalan tapi memang bertahap," kata Juanda.

Juanda berharap, vaksinasi untuk pelajar dapat rampung dalam dua bulan ke depan. Namun, semua itu bergantung pada ketersediaan vaksin, maupun vaksinator dari dinas kesehatan.

Diketahui, Kabupaten Bogor memiliki tenaga pendidik sebanyak 32.305 orang dari 3.222 sekolah jenjang TK, SD dan SMP.

Sebagai informasi, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor mengklasifikasikan profesi guru dalam kategori petugas publik.

Dalam catatan progres vaksinasi Kabupaten Bogor pada 31 Agustus 2021, dari total 312.651 petugas publik, 99,99 persen di antaranya sudah disuntik vaksin.

Rekomendasi