Cerita Fairuz A Rafiq Ikut Vaksinasi Pfizer di RSUD Depok dalam Kondisi Hamil

Putri mendiang pedangdut A Rafiq yaitu Fairuz menjalani vaksinasi dengan menggunakan vaksin jenis Pfizer. Vaksinasi dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok, Rabu (25/8). Fairuz memilih vaksin Pfizer karena kondisinya sedang hamil.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Cerita Fairuz A Rafiq Ikut Vaksinasi Pfizer di RSUD Depok dalam Kondisi Hamil
Fairuz A Rafiq. ©2021 Merdeka.com/nur fauziah

Putri mendiang pedangdut A Rafiq yaitu Fairuz menjalani vaksinasi dengan menggunakan vaksin jenis Pfizer. Vaksinasi dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok, Rabu (25/8). Fairuz memilih vaksin Pfizer karena kondisinya sedang hamil.

"Kebetulan karena aku hamil dan cari tahu yang aman untuk ibu hamil itu apa. Kebetulan juga Pfizer baru datang di Indonesia," tuturnya.

Mengetahui informasi itu, Fairuz pun mendaftarkan diri. Keputusan dirinya untuk vaksin karena alasan perlindungan diri. "Karena takut ibu hamil, kan tentang juga terkena Covid, bahaya kalau terkena. Jadi kita harus jaga-jaga dan mencoba untuk tidak takut dengan vaksin ini karena akan melindungi diri sendiri," akunya.

Dia pun berharap tidak ada efek samping setelah menjalani vaksin. "Semoga tidak ada (efek samping). Karena kan semua KIPI-nya balik ke individu masing-masing, gejala itu kan kita tidak tahu setiap orang itu bagaimana, tapi kalau aku Alhamdulillah tidak ada, tapi mudah-mudahan seterusnya enggak ada," harapnya.

Dia mengimbau kepada warga untuk tidak takut untuk vaksinasi. Sebelum memutuskan vaksin Pfizer ini, Fairuz mengaku sempat berkonsultasi dengan dokter. Menurut informasi yang dia terima, semua vaksin yang ada itu bagus.

"Kalau untuk masalah gejala yang ditakutkan begini-begini atau begitu-begitu itu kembali ke individu masing-masing. Jadi tidak perlu takut dan menurut aku yang paling terpenting adalah vaksin karena kita harus support pemerintah biar Covid ini penyebarannya tidak semakin parah dan akhirnya terlindungi dan rumah sakit tidak penuh. Istilahnya kita support nakes juga supaya mereka tidak kewalahan," ungkapnya.

Terpisah, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Dinas Kesehatan Kota Depok, Umi Zakiyati menambahkan, Pemerintah Kota Depok telah menerima vaksin Pfizer dari pusat yang didistribusikan ke RSUD Depok. Pemkot Depok menerima sebanyak 16.557 vial. Satu vial dapat digunakan untuk enam dosis. Sehingga dapat diberikan pada sebanyak 99.342 dosis.

"Pemberian Pfizer dilakukan sebanyak dua kali dengan jarak waktu selama 21 hari," katanya.

Pemberian vaksin Pfizer pada warga sudah dilakukan. Secara teknis diberikan pada yang sudah terdaftar melalui link yang tersedia. "Nantinya apabila diberikan kembali Pfizer, akan kami berikan kepada Faskes lainnya untuk mempercepat pelayanan," pungkasnya.

Rekomendasi