Pemerintah terus mendorong vaksinasi Covid-19 untuk semua masyarakat termasuk pelajar. Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) akan mengizinkan sekolah untuk pembelajaran tatap muka (PTM), saat seluruh siswa sudah diberikan vaksin Corona.
Sementara untuk pelajar di Pulau Bali, vaksinasi tahap 1 sudah selesai 100 persen dan tahap 2 tinggal 10 persen dan diperkirakan dalam Minggu ini telah usai.
"Sekarang ini kan masih yang tahap kedua. Tahap kedua ini, kurang lebih 10 persen yang tahap pertama sudah selesai total 100 persen," kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Kadisdikpora) Bali IKN Boy Jayawibawa saat dihubungi, Selasa (23/8).
dia mengatakan, memang ada wacana sekolah tatap muka terbatas bisa dilakukan ketika seluruh siswa sudah divaksin dosis lengkap. Namun untuk di Bali pihaknya masih menunggu PPKM tidak diperpanjang serta kasus Covid-19 di Bali telah menurun atau melandai.
"Memang itu baru wacana, tetapi kami tetap berprinsip pada yang surat edaran PPKM. Iya itu (di) PPPKM tidak boleh, jangankan pertemuan tatap muka sekolah, untuk yang kegiatan adat saja dibatasi," jelasnya.
"Sementara satu sisi wacana itu ada. Sehingga, inilah yang kami tunggu lebih lanjut lagi. Kira-kira yang tatap muka apa yang PPKM itu. Tetapi kalau kita, merujuk situasi dan kondisi di daerah di Bali dan fakta real-nya ini mengacu pada PPKM dan yang berusaha sekali supaya ada penurunan yang terkonfirmasi (Covid-19)," ungkapnya.
Ia menyampaikan, untuk pelaksanaan tatap muka terbatas belum bisa dilaksanakan mengingat adanya PPKM. Kendati, siswa dan siswi di Bali untuk vaksinasi tahap ke dua hampir rampung.
"Kalau (vaksinasi tahap ke dua) siswa sudah hampir selesai divaksin. Tapi kita belum bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka. Untuk tatap muka belum (bisa) karena masih PPKM. Walaupun sudah tervaksin semua untuk tatap muka kami masih melihat regulasi PPKM," ujarnya.
Namun, jika nantinya PPKM tak diperpanjang dan kasus Covid-19 menurun di Pulau Dewata, pihaknya tentu akan memberlakukan sekolah tatap muka terbatas meskipun 50 persen dan selain itu juga menunggu arahan dari Pemerintah Pusat agar tak menyalahi aturan.
"Kalau nantinya sudah tervaksin dan PPKM tidak diperpanjang saat itulah kiranya pembelajaran tatap muka sudah bisa. Meskipun baru 50 Persen itu kata kuncinya," ujar Boy.