Polisi memeriksa 12 saksi terkait ambruknya atap Mal Margo City, Kota Depok, Jawa Barat. Mereka adalah karyawan dan manajemen mal serta satu orang sopir taksi yang kendaraannya ikut rusak tertimpa puing. Selain itu saksi korban juga akan diminta keterangan setelah kondisinya sudah membaik.
Dari keterangan saksi, mereka mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari kebocoran pipa gas.
"Rata-rata mendengar ledakan kemudian atap runtuh," kata Kasat Reskrim Polrestro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno, Senin (23/8).
Namun dapat dipastikan tidak ada api saat kejadian tersebut. Luka bakar yang dialami korban diduga dari hawa panas akibat tekanan di pipa gas.
"Dari pihak labfor menyatakan memang tidak ditemukan adanya jelaga. Hawa panas yang disebabkan oleh gas itu yang menyebabkan beberapa menjadi agak luka melepuh atau luka bakar," tegasnya.
Yogen menuturkan kalaupun ada api kemungkinan berasal dari salah satu tenan restoran yang sedang memasak. Kemudian terjadi tekanan gas saat itu.
"Dipastikan tidak ada, tapi tidak tahu kalau yang di dapur atau di Marugame Udon. Mungkin kan dia lagi masak kemudian ada tekanan gas. Kalau dari labfor belum menemukan ada yang terbakar," ungkapnya.
Untuk mengetahui pemicu kebocoran pipa gas itu, penyidik mengambil sampel dari lokasi kejadian. Kemudian dibawa ke laboratorium dan hasilnya baru diketahui sekitar tujuh hari.
"Ini masih olah TKP, membutuhkan waktu. Di tempat itu kemungkinan lokasi-lokasi yang menjadi sasaran itu masih rapuh kemungkinan runtuhnya masih ada, sehingga masih kita tutup sementara sementara dari pihak laboratorium forensik menyatakan sudah clear," tambahnya.
Soal unsur kelalaian yang terjadi, Yogen mengaku belum bisa memastikan karena masih penyelidikan. Jika memang ditemukan unsur kelalaian bisa dikenakan tindakan tegas. "Masih dalam penyelidikan kita. Apabila nanti ditemukan tindak pidana ya kan kita naikkan proses penyidikan," tutupnya.