Jumlah korban meninggal dunia karena diduga mengalami hipotermia di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, bertambah menjadi dua orang. Setelah seorang korban ditemukan tak bernyawa, satu jenazah pendaki lainnya ditemukan di lokasi terpisah.
"Identitas korban meninggal dunia yakni Stiven warga Pallantikan, Gowa, yang ditemukan di pos 7. Satu korban lagi bernama Rian yang ditemukan meninggal di pos 5 Gunung Bawakaraeng," ujar Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Tinggimoncong Inspektur Satu (Iptu) Hasan Fadly melalui pesan WhatsApp, Rabu (18/8).
Jasad Stiven, korban yang ditemukan meninggal dunia di pos 7 Gunung Bawakaraeng telah tiba di Puskesmas Tinggimoncong. Sementara jenazah Rian masih dievakuasi tim SAR gabungan.
"Untuk kronologi lengkapnya kami masih kumpulkan agar informasinya tidak simpang siur," ucap Hasan.
Penemuan jenazah kedua itu juga disampaikan Kepala Basarnas Sulsel Djunaidi. "Satu pendaki yang meninggal jenazahnya sudah dievakuasi di Puskesmas Tinggimoncong. Satu korban lainnya masih proses evakuasi," ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Gowa AKBP Tri Goffarudin menegaskan, mereka sebelumnya sudah mengimbau pendaki agar tidak melakukan ekspedisi di Gunung Bawakaraeng. Alasannya, cuaca ekstrem sedang terjadi di sana.
"Saya selaku Kapolres Gowa bersama seluruh jajaran turut berbelasungkawa. Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi," ujar suami penyanyi dangdut Uut Permatasari ini.
Sebelumnya, sekitar 812 orang berasal dari pecinta alam dan organisasi berada di Gunung Bawakaraeng melakukan pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, cuaca mulai tidak bersahabat sejak pagi hari pada tanggal 17 Agustus 2021. Sejumlah pendaki mengalami hipotermia.