Alasan Kemenkes Tarif Tes PCR Rp900.000 di Awal Pandemi: Harga Komponen Masih Mahal

Dia menjelaskan, di awal pandemi, harga komponen-komponen tersebut masih mahal. Akibatnya biaya operasional juga meningkat.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Alasan Kemenkes Tarif Tes PCR Rp900.000 di Awal Pandemi: Harga Komponen Masih Mahal
BNI salurkan bantuan alat tes PCR. ©2020 Merdeka.com

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir menjelaskan alasan harga pemeriksaan realtime PCR begitu mahal di awal pandemi. Di waktu awal batas tarif tertinggi pemeriksaan realtime PCR sebesar Rp900.000.

"Tarif realtime PCR yang kita keluarkan tahun 2020 batas tertinggi Rp900.000. Turun menjadi Rp495.000 di Jawa Bali. Ini terjadi penurunan 45 persen," ujar dia, dalam konferensi pers, Senin (16/8).

Penurunan tarif tertinggi pemeriksaan realtime PCR, lanjut dia, disebabkan karena turunnya sejumlah komponen yang membentuk harga operasional, seperti harga reagen. "Ini disebabkan adanya penurunan dari harga-harga reagen dan bahan habis pakai," terang dia.

Dia menjelaskan, di awal pandemi, harga komponen-komponen tersebut masih mahal. Akibatnya biaya operasional juga meningkat.

"Contohnya harga masker, awal pandemi kan mahal sekali, kemudian harga hazmat, sarung tangan dan lain sebagainya, masih mengacu ke sana," ungkap dia.

"Setelah kita mengevaluasi sekarang ini, sekarang ini terjadi penurunan harga dan berdasarkan penurunan harga itu kita lakukan perhitungan ulang Unit cost maka didapatlah harga yang paling tinggi sekarang Rp495.000," katanya.

Untuk diketahui, turunnya biaya tes PCR ini tak lama setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur Menkes Budi Gunadi Sadikin. Jokowi memerintahkan Menkes Budi menurunkan biaya tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR) menjadi Rp 450.000-550.000. Perintah tersebut seiring keluhan masyarakat terkait harga tes PCR yang hingga saat ini masih terbilang mahal.

"Iya salah satu cara untuk memperbanyak testing adalah menurunkan tes PCR, dan saya sudah berbicara dengan menteri kesehatan mengenai hal ini, saya minta agar biaya tes PCR di kisaran Rp450.000-550.000," kata Jokowi dalam akun youtube sekretariat presiden, Minggu(15/8).

Selain itu Jokowi juga meminta agar hasil tes PCR dikeluarkan secepatnya. Maksimal 1x24 jam, bisa diketahui hasilnya.

Rekomendasi