Kasus Penganiayaan Polisi Junior oleh Senior di Polda Jabar, Instruktur Diperiksa

Para pelaku yang ikut terlibat, jika terbukti, maka diminta agar diberhentikan secara tidak hormat (PTDH).

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kasus Penganiayaan Polisi Junior oleh Senior di Polda Jabar, Instruktur Diperiksa
Ilustrasi Polisi. ©2015 merdeka.com/imam mubarok

Polda Jabar melakukan penyelidikan kasus penganiayaan antaranggotanya. Saat ini korban yang baru dilantik sebulan sebagai anggota polisi harus memulihkan diri selama beberapa bulan ke depan.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, korban diketahui Bripda Daniel Haposan yang ditempatkan di satuan Subditdalmas Ditsamapta Polda Jabar. Ia diduga dianiaya oleh seniornya di Barak Dalmas pada tanggal 28 Juli lalu.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A. Chaniago menegaskan propam sudah melakukan penyelidikan sekaligus meminta keterangan dari sejumlah saksi. Hanya saja, belum diketahui motif dari penganiayaan tersebut.

"Saksi lainnya, instrukturnya pada saat itu juga sedang dilakukan penyelidikan oleh Propam Polda Jabar, jadi kita menunggu saja hasilnya. Motifnya masih didalami, karena masih simpang siur," kata dia di Mapolda Jabar, Selasa (11/8).

"Karena yang namanya kegiatan itu tentu kan banyak yang harus diminta keterangan," ia menambahkan.

Terpisah, pihak kuasa hukum korban, Agus Sihombing menyampaikan bahwa kondisi korban saat ini sudah melewati masa kritis. Meski begitu, akibat penganiayaan ada luka pada bagian perutnya yang membutuhkan waktu untuk pulih kembali.

Pelaporan yang disampaikan diharapkan bisa diusut secara adil oleh kepolisian. Para pelaku yang ikut terlibat, jika terbukti, maka diminta agar diberhentikan secara tidak hormat (PTDH). Para penyidik dan propam harus melihat kasus ini secara objektif.

"Ini motifnya tradisi dalam pembaretan, karena pada saat itu sedang dilaksanakan proses pembaretan karena ini Korps Sabara," kata dia.

Di sisi lain, ia menyampaikan bahwa pihak keluarga korban masih terpukul dengan peristiwa tersebut. pasalnya, korban yang baru sebulan dilantik menjadi polisi mengalami trauma.

“(korban) menjalani dua kali operasi dan menderita luka di bagian livernya. Sekarang sudah ada perbaikan fisik setelah dirawat dari tanggal 31 (Juli)," terang dia.

“Perdamaian belum bisa kami terima dan apa motivasi korban dipukuli. (Korban masih ada trauma) secara mental korban belum siap kembali ke Polda,” pungkasnya.

Rekomendasi