Ratusan Monyet Merusak Warung Pedagang di Kawasan Gunung Galungkung

Sejumlah pedagang di kawasan wisata Gunung Galungkung, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya saat ini tengah resah, akibat serangan ratusan monyet liar yang masuk pemukiman. Monyet-monyet tersebut merusak juga mengambil makanan.

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
Ratusan Monyet Merusak Warung Pedagang di Kawasan Gunung Galungkung
cagar alam manggis. ©2021 Merdeka.com/ deanitaputri/ monyet ekor panjang di luar kawasan Cagar Alam Manggis Gadunga

Sejumlah pedagang di kawasan wisata Gunung Galungkung, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya saat ini tengah resah, akibat serangan ratusan monyet liar yang masuk pemukiman. Monyet-monyet tersebut merusak juga mengambil makanan.

Undang Supriatna (55), salah seorang pedagang mengatakan bahwa selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) puluhan warung di sekitar lokasi wisata tutup. Saat ia datang untuk mengecek kondisi warung yang ditinggalkan, kekagetan dirasakannya bersama pedagang lainnya.

"Puluhan warung milik pedagang rusak terutamanya bagian pintu, genting asbes. Makanan yang ada di dalam warung juga habis dimakan monyet liar hingga seisi ruangan terlihat acak-acakan," kata Undang, Senin (9/8).

Menurut Undang, turunnya monyet ke permukiman terjadi karena tidak adanya makanan di habitat mereka di puncak Gunung Galunggung. Aksi ratusan monyet itu merugikan pedagang. Setiap pedagang setidaknya merugi jutaan rupiah.

Pemilik warung, disebut Undang berhasil mengusir monyet dengan menembakan senapan angin hingga menggunakan bambu. "Tapi makanan yang di warung seperti mi instan, ciki, kacang-kacangan dan lainnya habis dimakan monyet," ucapnya.

Sementara itu, Cluster Manager Objek Wisata Gunung Galunggung, Tasikmalaya, Dudung Suherli mengungkapkan bahwa selama PPKM kawasan objek wisata CIpanas ditutup sementara. Hingga saat ini, tempat wisata belum dilakukan pembukaan.

Ia berharap dengan masuknya Kabupaten Tasikmalaya ke level 2 bisa menjadikan dibukanya tempat wisata.

"Selama PPKM saya menerima laporan dari pedagang adanya beberapa warung telah rusak dan makanan di dalam warung habis di makan monyet liar. Akan tetapi, kejadian yang terjadi karena pasokan makan yang biasanya didapat dari pengunjung tetapi sekarang tidak ada mereka turun secara bergerombol untuk mencari makanan," ungkapnya.

Rekomendasi