Kebakaran Hutan dan Padang Rumput Akibat Erupsi Gunung Ile Lewotolok Semakin Meluas

Masyarakat dilarang beraktivitas di dalam radius tiga kilometer dari Puncak. Koordinasi penanganan terus diupayakan oleh Kantor KPH Lembata dengan masyarakat desa di lereng gunung Ile Lewotolok.

Ananias Petrus
Oleh Ananias Petrus - Reporter
Kebakaran Hutan dan Padang Rumput Akibat Erupsi Gunung Ile Lewotolok Semakin Meluas
Kebakaran Akibat Lahar Panas di Gunung Ile Lewotolok. ©2021 Istimewa

Kebakaran hingga saat ini masih terus terjadi dan semakin meluas di sekitar puncak Gunung Ile Lewotolok, kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian mengatakan, kebakaran itu dipicu letusan cukup dahsyat yang terjadi sekitar pukul 00.24 Wita. Akibat letusan itu, lontaran material vulkanik panas membakar padang rumput dan hutan lindung.

Menurut dia, erupsi Ile Lewotolok terjadi Rabu (28/7) pukul 00.24 Wita itu tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 45 milimeter dan durasi 49 detik. Kolom erupsi berwarna kelabu tebal, tinggi 1.000 meter di atas puncak condong ke arah barat, disertai dentuman kuat dan lontaran material pijar sejauh 700-800 meter ke arah selatan-barat daya.

Masyarakat dilarang beraktivitas di dalam radius tiga kilometer dari Puncak. Koordinasi penanganan terus diupayakan oleh Kantor KPH Lembata dengan masyarakat desa di lereng gunung Ile Lewotolok.

"Artinya kami mengikuti rekomendasi yang sudah dikeluarkan PVMBG. Radius tiga kilometer tidak ada aktivitas warga. Karena potensi ancaman bahaya lontaran masih bisa terjadi, entah tau kapan terjadi kembali. Mengingat kegempaan tercatat di Seismograf miliki frekuensi tinggi dan lebih cenderung akan erupsi kembali," kata Stanislaus kepada merdeka.com, Rabu (28/7) malam.

Rekomendasi