Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan berencana melepasliarkan sejumlah gajah jinak yang menghuni Pusat Latihan Gajah (PLG) Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Banyuasin. Tujuannya untuk mencegah terjadinya konflik dengan manusia.
Kepala BKSDA Sumsel Ujang Wisnu Barata mengungkapkan, total gajah jinak di kawasan itu saat ini sebanyak 31 ekor setelah ada seekor gajah jantan yang baru lahir tiga hari lalu. Rinciannya 5 ekor gajah jantan dewasa, 14 ekor gajah betina dewasa, 4 ekor jantan muda, 5 ekor gajah anak jantan, dan 4 ekor gajah anak betina.
"Perkembangbiakan gajah jinak di SM Padang Sugihan cukup tinggi, sekarang sudah ada 31 ekor," ungkap Ujang, Senin (21/6).
Menurut dia, gajah-gajah jinak itu nantinya akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya. SM Padang Sugihan seluas 7.349 hektare itu sangat cocok karena memiliki kontur tanah rawa yang terdapat banyak anak sungai yang cocok sebagai habitat gajah Sumatera.
"Awalnya gajah-gajah itu liar, pernah berkonflik. Lalu kami latih untuk membantu petugas di lapangan," ujarnya.
Karena itulah, pelepasliaran bertujuan untuk mengendalikan kelompok gajah liar jika berkonflik dengan manusia. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan membuka pusat konservasi gajah yang terintegrasi agar hewan dilindungi itu hidup secara lebih liar.
"Kita tidak ingin beternak gajah tetapi menjaga populasi gajah liar di Sumsel agar keberadaan mereka tetap lestari," kata dia.
Dia menjelaskan, populasi gajah liar di SM Padang Sugihan sekitar 30 ekor. Sebanyak 70 ekor gajah liar juga hidup di kawasan hutan produksi tak jauh dari SM Padang Sugihan.
"Total gajah di Sumsel diperkirakan ada 150 ekor. Kantong gajah juga ada di Ogan Komering Ulu dan PLG Lahat," pungkasnya.