Satgas Sebut Penanganan Covid-19 di 9 Kabupaten/Kota Berstatus Mengkhawatirkan

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan ada 9 kabupaten kota dengan status mengkhawatirkan. Status ini diberikan setelah indikator tentang kondisi kegawatan Covid-19 telah terpenuhi.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Satgas Sebut Penanganan Covid-19 di 9 Kabupaten/Kota Berstatus Mengkhawatirkan
Petugas medis di RSUD Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah. ANTARA

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan ada 9 kabupaten kota dengan status mengkhawatirkan. Status ini diberikan setelah indikator tentang kondisi kegawatan Covid-19 telah terpenuhi.

Wiku merinci, indikator wilayah berstatus mengkhawatirkan adalah; kenaikan kasus di atas 100 persen dan keterisian tempat tidur bagi pasien Covid-19 sebesar 70 persen. Kemudian, kenaikan kasusnya lebih dari 100 persen dan keterisian tempat tidur pasien masih kurang di bawah 70 persen.

Selanjutnya, kenaikan kasus kurang dari 100 persen dan keterisian tempat tidurnya lebih dari 70 persen. Dan yang terakhir apabila kenaikan kasusnya kurang dari 100 persen dan keterisian tempat tidur kurang dari 70 persen.

"Tentunya kondisi yang paling mengkhawatirkan adalah yang pertama, yaitu apabila kenaikan kasusnya melebihi 100 persen dan disaat yang bersamaan kondisi bor-nya lebih dari 70 persen," ucap Wiku dalam konferensi pers melalui channel YouTube BNPB Rabu (9/6).

Jika satu wilayah berada pada Indikator pertama, menunjukkan penanganan di wilayah tersebut sudah mulai tidak terkendali, dan akan berdampak meningkatnya angka kematian, jika tidak ada intervensi pemerintah.

Sementara 9 kabupaten/kota dengan status mengkhawatirkan yaitu;

1. Kudus dengan kenaikan kasus 7.594 persen dan bed occupancy rate (BOR) mencapai 90,2 persen.

2. Jepara dengan kenaikan kasus 685 persen dan BOR 88,18 persen

3. Demak dengan kenaikan 370 persen dan BOR mencapai 96,3 persen

4. Sragen dengan kenaikan kasus 338 persen dan BOR mencapai 74,84 persen

5. Bandung dengan kenaikan kasus 261 persen dan BOR mencapai 82,73 persen

6. Kota Cimahi dengan kenaikan kasus 250 persen dan BOR mencapai 76,6 persen

7. Pati dengan kenaikan kasus 205 persen dan BOR mencapai 89,57 persen

8. Kota Semarang dengan kenaikan kasus 193 persen dan BOR mencapai 87,95 persen

9. Pasaman Barat dengan kenaikan kasus 157 persen dan BOR mencapai 75 persen

Rekomendasi