Wajah - wajah penghuni tenda itu tertutup masker. Mereka saling bertegur sapa. Canda dan tawa dengan sesama penghuni tenda. Seolah tak seperti berada di zona merah Covid-19. Tak terpancar kesan orang yang terpapar virus mematikan. Tapi tak bisa dipungkiri, mereka tengah 'sakit'. Ada sejuta rasa yang bercampur aduk di dalamnya.
Ada 63 pasien covid-19 yang tengah menjalani perawatan di Rumah Lawan Covid (RLC) yang terletak dalam Kawasan Pertanian Terpadu (KPT), Jalan Widya Kencana, Ciater, Serpong, Tangerang Selatan.
Jumlah ini terus bertambah seiring melonjaknya kasus positif Covid-19 pascalibur Lebaran. Dibandingkan sebelum lebaran 2021 yang hanya merawat 15 hingga 20 pasien.
Advertisement
"Beberapa hari setelah pulang mudik dari wilayah Semarang, merasakan batuk-batuk, badan meriang dan hilang penciuman," ujar salah satu penghuni RLC Ciater.
Di tempat ini, mereka menjalani rutinitas seperti layaknya di rumah. Ada yang mencuci pakaian lalu menjemurnya, ada pula yang bekerja. Layaknya work from home. Ada orang tua yang bermain dengan anak mereka.
Enam belas tenda glamping semi permanen dilengkapi balkon dengan kapasitas masing-masing 10 orang. Tenda ini disediakan bagi pasien covid-19.
Advertisement
Mereka mendapatkan fasilitas makan tiga kali sehari. Ada snack ringan dua kali sehari. Di sini juga dilengkapi akses wifi, TV, mesin cuci, setrika pakaian, kamar mandi semi permanen dan CCTV setiap kamar. Bahkan ada juga panic buton di setiap kamar.
"Kita menyadari, bahwa penderita Covid-19 ini harus dibuat gembira jangan berpikir sakit. Makanya kita buat konsep glamping, suasananya dibuat santai dan terasa seperti camping," ujar Koordinator Rumah Lawan Covid-19 Suhara Manullang.