Setneg soal Penggunaan DSLR di GBK: Prewedding, Iklan & Endorse Artis Harus Izin

"Kesalahpahaman terkait penjelasan Satpam di lapangan akan menjadi masukan bagi kami untuk memperbaiki pelayanan ke publik," bebernya.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Setneg soal Penggunaan DSLR di GBK: Prewedding, Iklan & Endorse Artis Harus Izin
gaun Aurel di preweding GBK. ©2021 Merdeka.com/instagram.com

Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengklarifikasi terkait larangan memotret dengan kamera digital single lens reflex (DSLR) di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara, Eddy Cahyono mengatakan foto dan video di kawasan GBK diperbolehkan tetapi penggunaan kamera profesional dan bersifat komersil harus mendapatkan izin.

"Intinya foto dan video di kawasan GBK diperbolehkan, hanya penggunaan kamera profesional dan bersifat komersil harus mendapatkan izin," kata Eddy kepada merdeka.com, Kamis (20/5).

Dia menuturkan bersifat komersil yang dimaksud yaitu seperti prewedding, iklan, hingga artis papan atas. Walaupun demikian, Eddy menjelaskan untuk aktifitas promosi iklan untuk UMKM diperbolehkan untuk mendukung produk dalam negeri.

"Commercial Photography: Prewedding, Adverstisement, Endorsement Artist papan atas. Namun, untuk endorsement UMKM atau produk local yang sedang berkembang boleh saja, karena kita ikut mendukung #BanggaBuatanIndonesia dan TKDN," ungkapnya.

Terkait biaya yang dipatok untuk hal komersil tersebut Eddy pun meminta agar ditanyakan langsung kepada pihak GBK.

"Terkait teknis seperti itu bisa tanya ke GBK bisa online kok di love GBK kalau enggak salah instagramnya," bebernya.

Eddy pun mengakui adanya kesalahpahaman terkait penjelasan pihak keamanan. Atas kejadian tersebut, dia pun memastikan akan memperbaiki pelayanan di GBK.

"Kesalahpahaman terkait penjelasan Satpam di lapangan akan menjadi masukan bagi kami untuk memperbaiki pelayanan ke publik," bebernya.

Sebelumnya diketahui larangan memotret dengan kamera digital single lens reflex (DSLR) di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, ramai di media sosial fotografer senior Arbain Rambey. Dia mengunggah kisah warga yang ditegur saat memotret di kawasan GBK dengan DSLR.

"Motret di kompleks GBK tak boleh pakai DSLR? Apa bedanya dengan pakai mirrorless atau HP premium? Apa dasar aturan ini?" cuit Arbain melalui akunnya, @arbainrambey dikutip merdeka.com, Kamis (20/5).

Rekomendasi