12 Awak kapal MV Hilma Bulker dari India yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap terkonfirmasi positif covid-19 sudah sembuh. Sementara satu anak buah kapal dinyatakan meninggal dunia DRQ (50) akibat Corona telah dikremasi.
"Total 13 orang positif covid-19, satu orang meninggal dunia asal Filipina sudah dikremasi di krematorium Banyumas. Sementara 12 awak kapal lainnya sudah negatif covid-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo di Semarang, Rabu (19/5).
Dia menyebut proses kremasi itu, kata dia, telah mendapatkan izin dari keluarga yang berada di Filipina. Kremasi itu, dilakukan pada Sabtu (15/5). Sedangkan untuk mereka yang telah sembuh, sudah dipulangkan ke negara asalnya yakni Filipina.
"Yang sembuh sudah kita pulangkan ke Filipina lewat Jakarta. Pakai pesawat," jelasnya.
Hingga saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan Genome Sequencing yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan di Jakarta.
"Pemeriksaan spesimen ini penting untuk memastikan apakah virus yang menyerang mereka adalah varian B1617 yang merajalela di India atau bukan," ungkapnya.
Kapal pengangkut bongkar muat gula rafinasi itu sendiri kini sudah melaut kembali. Namun awak kapalnya sudah diganti.
"Kapal sudah melaut lagi. Awaknya diganti yang baru. Semua orang Indonesia, WNI. Ada 17 orang," pungkas Yulianto Prabowo.
Sebelumnya sebanyak 13 anak buah kapal (ABK) asal India terdeteksi positif COVID-19. Hasil itu diketahui setelah dilakukan tes PCR terhadap 20 ABK asal India yang tiba di pelabuhan tersebut pada 26 April 2021.