Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengumumkan hasil tes wawasan kebangsaan (TWK) terhadap 1.351 pegawai lembaga antirasuah sebagai syarat menjadi aparatur sipil negara (ASN). Tes wawasan kebangsaan itu menjadi sorotan setelah sejumlah pertanyaan menyinggung masalah kepribadian pegawai KPK.
Ketua Komnas Perempuan Andy Yetriyani mengatakan saat ini tengah berkomunikasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) tentang adanya dugaan beberapa pertanyaan sangat pribadi yang diberikan kepada para pegawai KPK. Sejumlah pertanyaan itu menyangkut soal menikah, hasrat, istri kedua dan aktivitas saat pacaran.
"Komnas Perempuan tengah berkomunikasi dengan BKN tentang ini, sebab menurut KPK proses dan muatan tes itu di BKN," kata Andy kepada merdeka.com, Minggu (9/5).
Andy menyebut saat ini sedang meminta akses terkait membaca langsung daftar pertanyaan dari TWK tersebut. Sehingga pihaknya dapat berdiskusi dengan tim penguji terkait polemik pertanyaan tersebut.
"Kami meminta akses membaca langsung daftar pertanyaan dan untuk berdiskusi dengan tim penguji, yang menurut info awal terdiri dari BIN, BAIS, Psiko AD dan BNPT agar bisa memahami maksud, tujuan dan cara ukur dari pertanyaan-pernyataan tersebut," kata dia.
Dia mengatakan dari informasi yang berkembang, sejumlah pertanyaan telah menuai kritik. Sebab dianggap tidak relevan dan bias gender atau misoginis.
"Tetapi untuk bisa memberikan penilaian utuh mengenai hal tersebut, kami perlu membangun komunikasi tersebut," kata dia.
Pengkajian yang lebih utuh kata dia merupakan langkah penting. Hal tersebut untuk menakar akuntabilitas proses dan muatan pengujian wawasan kebangsaan.
"Kami berharap hasilnya nanti dapat mendorong perbaikan yang sifatnya sistemik," tandasnya.