Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), kembali erupsi pada Selasa (27/4). Letusan terjadi sekitar pukul 06.06 WIB dan 08.12 WIB.
Petugas pos pemantau Gunung Sinabung, Muhammad Asrori mengatakan, gunung api tertinggi di Sumut itu melontarkan abu vulkanis masing-masing setinggi 1.000 meter pada dua erupsi itu.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke selatan dan barat daya. Kedua erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 36 mm dan 46 mm dengan durasi kurang lebih 3 menit 44 detik," kata Asrori.
Saat ini Gunung Sinabung yang memiliki ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut berstatus Siaga atau Level III. Asrori mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi serta lokasi di dalam radius radial 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung.
"Radius sektoral 5 kilometer untuk sektor selatan, timur, dan 4 kilometer untuk sektor timur, serta utara," sebut Asrori.
Apabila terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker ketika keluar rumah untuk mengurangi dampak terhadap kesehatan.
"Lalu, mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanis yang lebat agar tidak roboh," ujar Asrori.
Sementara itu, masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar hujan.