Ditangkap, Pemasok Senjata dan Amunisi KKB Egius Kogoya Beli M4 dan M-16 Rp 600 Juta

Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes M Iqbal Alqudusy mengatakan sejak 2018 Paniel Kogoya bersama-sama dengan Geis Gwijangge telah memasok sejumlah senjata api dan amunisi kepada KKB.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ditangkap, Pemasok Senjata dan Amunisi KKB Egius Kogoya Beli M4 dan M-16 Rp 600 Juta
Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes M Iqbal. ©2021 Merdeka.com

Tim Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum Nemangkawi terus menelusuri sumber dana dan jaringan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah pedalaman Papua. Pendalaman dilakukan setelah pemasok senjata api dan amunisi untuk mendukung KKB pimpinan Egianus Kogoya di wilayah Nduga, Paniel Kogoya ditangkap di Nabire pada Minggu (18/4).

Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes M Iqbal Alqudusy mengatakan sejak 2018 Paniel Kogoya bersama-sama dengan Geis Gwijangge telah memasok sejumlah senjata api dan amunisi kepada KKB.

"Mereka sudah melakukan pembelian senjata api sebanyak empat pucuk yaitu dua pucuk jenis M-16 dan dua pucuk jenis SS-1 dengan total biaya yang sudah dikeluarkan sebesar Rp 1 miliar. Dana tersebut bersumber dari saudara Geis Gwijangge. Paniel Kogoya tidak hanya sebagai pemasok, tetapi sekaligus juga sebagai penyandang dana. Kelompok ini memberikan senjata dan amunisi kepada kelompok Egianus Kogoya di Nduga," kata Iqbal di Timika, Selasa (20/4).

Sejumlah senjata api dan amunisi tersebut diketahui bersumber dari Decky Chandra Warobai yang saat ini berstatus nara pidana di Lapas Kelas II Nabire. "Saudara Decky ini sebagai penghubungnya," ungkap Iqbal.

Dari penelusuran yang dilakukan Tim Satgas Gakkum Nemangkawi, diketahui bahwa Paniel Kogoya sebelumnya pernah menangani pekerjaan (kontraktor) pengadaan 1.000 unit solar cel atau PLTS di Kabupaten Intan Jaya.

Yang bersangkutan sudah lama masuk dalam target pihak kepolisian atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait dengan aktivitas-nya mencari dan memasok senjata api dan amunisi ke KKB. Penangkapan Paniel Kogoya merupakan pengembangan dari keterangan DC dan FA yang merupakan tersangka kepemilikan senjata api.

Dari hasil keterangan tersangka DC, diketahui sejumlah transaksi yang dilakukan oleh Paniel Kogoya, di antaranya pembelian senjata jenis M4 senilai Rp 300 juta.

Lalu pada Desember 2019 Paniel Kogoya juga diketahui membeli senjata jenis M-16 dengan harga Rp 300 juta. Kemudian, pada awal tahun 2020 yang bersangkutan juga memesan senjata api seharga Rp 550 juta. Saat ini, Paniel Kogoya telah ditahan di Polres Nabire untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, salah satu daftar pencarian orang (DPO), PK diduga sebagai pemasok senjata api ke kelompok kriminal bersenjata (KKB), ditangkap di Nabire, Minggu (18/4).

"Penangkapan oleh satgas penegakan hukum Nemangkawi dilakukan setelah memastikan yang bersangkutan berada di rumahnya," kata Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol Iqbal Alqudusi di Jayapurta dilansir Antara, Senin. (19/4).

Dari laporan yang diterima, PK yang juga tokoh agama itu mengaku ke penyidik sudah empat kali memasok senjata api (senpi) berbagai jenis ke KKB kelompok Nduga yang ada di Intan Jaya.

Adapun senpi yang dipasok ke KKB didapat dari DC dan FA serta Jabir yang saat ini sudah ditangkap dan ditahan di Nabire.

PK ditangkap berdasarkan keterangan tiga tersangka yang ditangkap karena jual senpi ilegal dan yang bersangkutan mengaku mulai membeli senpi sejak tahun 2017 dengan menerima dua pucuk jenis M4 dan pistol dari Jabir.

Tahun 2018, PK menerima senpi jenis M16 dari DC , kata Iqbal seraya menambahkan, senpi jenis M4 yang dibeli bulan Juni 2019 seharga Rp 300 juta, senpi jenis M 16 dibeli bulan Desember 2019 seharga Rp300 juta.

"Kemudian awal 2020 memesan senpi seharga Rp550 juta ke DC," kata Iqbal menambahkan.

PK juga pernah menjadi kontraktor proyek pengadaan solar cell di Intan Jaya. Ketika ditanya tentang asal uang yang digunakan, Iqbal mengaku belum mengetahui dengan pasti karena masih diperiksa penyidik.

Rekomendasi