Unjuk rasa lanjutan kembali dilakukan puluhan jurnalis di Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (19/4). Unjuk rasa itu buntut dari pengusiran terhadap dua orang jurnalis yang dilakukan tim pengamanan Wali Kota Medan, Bobby Nasution.
Koordinator aksi, Daniel Pekuwali mengatakan, unjuk rasa dilakukan puluhan jurnalis dengan menutup mulut menggunakan selotip di depan kantor Wali Kota Medan.
"Sebagai bentuk pesan bahwa Kota Medan saat ini kebebasan pers telah tercoreng," kata Daniel di Medan, Senin (19/4).
Lanjutnya, dalam aksi lanjutan ini Bobby diminta untuk meminta maaf atas tindakan arogansi tim pengamanannya.
"Ada dua tuntutan utama kami. Pertama, meminta Bobby untuk meminta maaf kepada jurnalis atas tindakan bawahannya atau pasukan pengamanannya," ungkap Daniel.
Kemudian, sistem pengamanan yang ada di Pemerintah Kota (Pemkot) Medan juga diminta untuk dievaluasi. "Kami khawatirkan bisa mengganggu kerja-kerja jurnalistik," ujar Daniel.
Sebelumnya, sejumlah jurnalis telah bertemu dengan Bobby terkait permasalahan ini. Namun, pada faktanya sekelompok orang yang bertemu dengan Bobby itu bukan bagian dari jurnalis yang turun aksi di depan kantor Wali Kota Medan.