Delapan orang meninggal dunia akibat gempa dengan magnitudo 6,1 yang terjadi di Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4). Lima di antaranya teridentifikasi meninggal dunia di Kabupaten Lumajang, tiga lainnya di Malang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati menjelaskan delapan korban meninggal dunia.
Lima korban meninggal di Lumajang:
1. Ahmad Fadholi warga Desa Tempurrejo, Kecamatan Tempursari
2. Sri Yani warga Desa Tempurrejo, Kecamatan Tempursari
3. Juwanto warga Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari
4. Nasar alias H. Amin warga Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari
5. Bonami warga Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari
Raditya menuturkan, dari lima korban itu, ada yang meninggal saat dirujuk ke rumah sakit. Ada pula yang meninggal tertimpa runtuhan bangunan.
Tiga korban meninggal dunia di Malang:
1. Imam, warga Desa Sidorenggo RT 32 Ds. Sidorenggo Kecamatan Ampelgading
2. Munadi (70), warga Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading
3. Misni (53), warga Dusun Krajan RT. 01 RW. 01 Desa Tamanasri, Kecamatan Ampelgading.
"Ketiga korban meninggal dunia akibat tertimpa material bangunan rumah," katanya.
Sebelumnya, Raditya menyebutkan ada 39 orang mengalami luka-luka akibat gempa dengan magnitudo 6,1 yang mengguncang Malang pada Sabtu (10/4) pukul 14.00 WIB. 39 Korban luka-luka ini tersebar di enam kabupaten dan kota.
Rinciannya, 15 orang luka-luka di Lumajang, Malang 8, Blitar 11, Tulungagung 1, Jember 2 dan Kota Blitar 2. Selain itu, 2.830 rumah mengalami kerusakan. Adapun rincian rumah rusak yakni 624 rusak berat, 845 rusak sedang dan 1.361 rusak ringan.
"Tercatat ada juga 179 fasilitas umum rusak," sambungnya.
Raditya menambahkan, ada 16 kabupaten dan kota terdampak gempa di Malang. Yakni Kota Blitar, Kota Malang, Kota Kediri, Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan dan Blitar. Kemudian Kabupaten Jember, Tulungagung, Batu, Nganjuk, Pacitan, Bondowoso, Trenggalek, Probolinggo dan Ponorogo.