Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, Ahmad Daroji menyatakan penyuntikan vaksinasi selama bulan Ramadan tidak membatalkan jalannya ibadah puasa. Sebab, ia menganggap pemberian vaksin dilakukan dengan menyuntikan pada bagian lengan.
"Vaksin Sinovac ini aman buat kesehatan seseorang. Dia menyarankan agar umat muslim tidak perlu ragu ikut program vaksinasi covid-19. Saat divaksin yang disuntik di lengan tangan bukan ke bagian lubang tubuh seperti anus, hidung atau mulut. Jadi tidak akan membatalkan puasa," kata Ahmad Daroji, Selasa (23/3).
Dia meminta bantuan kepada pengurus Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk mengerahkan para dokter dan relawannya untuk membantu proses percepatan vaksinasi covid-19 saat Bulan Ramadan. Tentunya setiap relawan mesti diberi pelatihan dahulu supaya sigap dalam mengerjakan penyuntikan vaksin.
"Kalau diminta bantuan, kita siapkan relawan-relawan NU dan Muhammadiyah seperti dokter untuk bantu vaksinasi di setiap daerah. Tapi penambahan relawan dan dokter disesuaikan dengan kondisi yang berkembang di setiap kabupaten kota," ungkapnya.
Terkait tempat vaksinasi, pihaknya akan berkoordinasi dengan pengelola masjid besar untuk menyiapkan lokasi di pelataran maupun serambi.
"Tim medis boleh pakai serambi Masjid Baiturahman, Masjid Agung Kauman atau masjid-masjid besar lainnya untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan vaksinasi," terangnya.
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan sebagai upaya mendukung pemerintah melakukan percepatan vaksinasi supaya tidak kadaluwarsa.
"Kita dukung penuh upaya pemerintah percepat vaksinasi. Terlebih saat bulan puasa, vaksinasi tetap jalan terus. Karena kalau sampai ditunda atau pelaksanaannya mundur, khawatirnya stok vaksin yang ada saat ini malah kedaluarsa. Tentunya ini jadi sesuatu yang mubazir," ungkap dia.