Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwana X angkat bicara terkait rencana pembelajaran tatap muka. Untuk daerah yang dipimpinnya, metode itu memungkinkan diterapkan untuk pelajar SMA sederajat.
Sultan menyebut untuk pembelajaran tatap muka di tingkat universitas belum akan dilakukan. Alasannya, mahasiswa di DIY kebanyakan berasal dari luar daerah, sedangkan pelajar SMA didominasi warga setempat.
"Mahasiswa belum memungkinkan, karena dari luar daerah. Apalagi sekarang luar daerah kan juga baru naik. Jadi belum tentu (dibolehkan pembelajaran tatap muka). Mungkin malah SMA lebih dulu karena jelas orang lokal," ujar Sultan di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Jumat (19/3).
Sultan enggan mengambil risiko dengan membolehkan mahasiswa dari luar daerah masuk ke DIY. Salah satu pertimbangannya adalah untuk mencegah melonjaknya kasus Covid-19 di DIY.
"Kita pertimbangkan betul. Jangan malah nanti asal kita terus naik (angka pasien tertular Covid-19), jadi masalah baru," tutur Sultan.
Selain tentang pembelajaran tatap muka, kata Sultan, Pemda DIY tengah mengkaji izin pentas pertunjukan seni dan budaya. Baik pembelajaran tatap muka maupun izin pentas pertunjukan seni dan budaya diharuskan memiliki SOP yang ketat.
"Nanti secara bertahap itu (pembelajaran dan pertunjukan seni) bisa kita atur. Tapi kita tetap harus ikut dari bagian itu, karena lingkungannya kalau memang masih merah, ya kan. Nanti kita keluar dari situ karena merasa hijau pada datang dan merah sendiri nanti, kita tidak bisa mengontrol lagi,"ucap Sultan.
"Lebih baik tetap bagian dari PPKM tapi mungkin untuk kebebasan mungkin bisa kita atur sesuai dengan penurunan (kasus) yang ada," imbuh Sultan.