Ketua Satgas Resmikan RS Ir Soekarno di Bangka Belitung untuk Pasien Covid-19

Luas lahan RS ini kurang lebih 1,05 hektare. Mampu menampung 100 tempat tidur yang terdiri dari 25 tempat tidur ICU dan 75 untuk perawatan isolasi. Sementara itu, proses pembangunan memakan waktu 45 hari.

Rifa Yusya Adilah
Oleh Rifa Yusya Adilah - Reporter
Ketua Satgas Resmikan RS Ir Soekarno di Bangka Belitung untuk Pasien Covid-19
Doni Manardo resmikan RS Ir Soekarno di Bangka Belitung. ©2021 Merdeka.com

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo meresmikan Rumah Sakit (RS) Covid-19 RSUD (H.C) Ir Soekarno di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Bangka pada hari ini. Dalam sambutannya, Doni mengatakan bahwa pembangunan RS ini bertujuan untuk memberikan pelayanan masyarakat Bangka Belitung yang terpapar Covid-19.

"Rumah Sakit ini diharapkan bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terpapar Covid-19," kata Doni dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/3).

Luas lahan RS ini kurang lebih 1,05 hektare. Mampu menampung 100 tempat tidur yang terdiri dari 25 tempat tidur ICU dan 75 untuk perawatan isolasi. Sementara itu, proses pembangunan memakan waktu 45 hari.

"Pembangunan dilakukan melalui upaya kolaboratif antar Kementerian/Lembaga. Mulai dari Kementerian PUPR yang didelegasikan kepada Kementerian Kesehatan dan beberapa BUMN terkait," kata Kepala BNPB itu.

"Sehingga seluruh proses dapat dilakukan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Kolaborasi sudah menjadi program nasional karena penanganan kedaruratan tidak bisa berdiri sendiri,” katanya.

Selain itu, lanjut Doni, seluruh proses pengembangan mulai perencanaan juga melibatkan auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sampai dengan operasionalnya. Dia mengatakan, RS tersebut dibangun menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) BNPB.

Peresmian dilakukan secara simbolis dengan menggunting pita oleh Doni Monardo bersama Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti.

Dalam kesempatan yang sama, Doni juga mengapresiasi Provinsi Bangka Belitung yang dinilai dapat mengendalikan Cocvid-19 dengan baik.

Berdasarkan data Satgas per tanggal 17 Maret 2021, ada 690 kasus aktif. Jumlah tersebut di bawah rata-rata nasional 8,36 persen. angka sembuh Babel juga di atas 90 persen. Totalnya 7.432 yang sudah sembuh. Angka kematian juga 1,54 persen, di bawah angka nasional yang mencapai 2,7 persen. Untuk itu, dia meminta Provinsi Bangak Belitung untuk mempertahankan hal baik tersebut.

"Jangan lengah. Bapak Presiden mengatakan harus konsisten. Tidak bisa hari ini kita disiplin, lalu lengah. Jangankan satu hari, satu menit saja lengah, kita bisa terpapar Covid-19," pungkas Doni.

Rekomendasi