Viral Foto Pecalang dan Banser Kehujanan Amankan Pelaksanaan Nyepi, Begini Ceritanya

Sebuah foto yang merekam anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU) dan Pecalang Bali di tengah hujan saat melakukan pengamanan lalu lintas ketika persembahyangan rangkaian Hari Raya Suci Nyepi umat Hindu di Pulau Bali, menjadi viral di media sosial.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Viral Foto Pecalang dan Banser Kehujanan Amankan Pelaksanaan Nyepi, Begini Ceritanya
Anggota Banser dan Pecalang di Buleleng. ©2021 Istimewa

Sebuah foto yang merekam anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU) dan Pecalang Bali di tengah hujan saat melakukan pengamanan lalu lintas ketika persembahyangan rangkaian Hari Raya Suci Nyepi umat Hindu di Pulau Bali, menjadi viral di media sosial.

Dalam foto itu, terlihat anggota banser dan pecalang kompak melakukan pengamanan lalu lintas, ketika sedang hujan dan mereka tetap bertahan. Sehingga, para netizen banyak memuji nilai keharmonisan yang ditunjukkan oleh masyarakat Bali kendati berbeda agama.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Buleleng, Bali, Abdul Karim Abraham menceritakan bahwa foto anggota banser dan pecalang saat kehujanan itu saat melakukan pengamanan di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerogak, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Sabtu (13/3) lalu, sekitar pukul 16.30 Wita.

"Setiap Hari Raya Nyepi, kami di Buleleng itu sudah terbiasa membantu pecalang untuk pengamanan. Baik sebelum nyepi dalam satu rangkaian dan pada saat nyepi-nya," kata Abraham, saat dihubungi Senin (15/3) sore.

Ia menerangkan, saat Hari Raya Nyepi, anggota Pemuda Ansor dan Banser di Buleleng, ikut membantu pecalang dan menurunkan sekitar 170 anggota yang ikut menjaga keamanan di lima kecamatan di Buleleng, Bali.

"Pada saat Nyepi kita menurunkan anggota di 17 titik ada di 5 kecamatan. Satu titik sekitar 5 dan 10 orang anggota. Jadi, kita membantu mengontrol keamanan dan pengamanan," imbuhnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa anggota Banser dan pecalang selalu kompak melakukan pengamanan ketika ada kegiatan keagamaan. Seperti, ketika Hari Raya Natal, malam takbiran Idul Fitri juga Hari Raya Nyepi dan lain-lainnya di Buleleng, Bali.

Abraham mengungkapkan, bahwa pertama adanya banser dan pecalang melakukan pengamanan adalah bentuk kerjasama untuk menjaga wilayah masing-masing. Kemudian, yang kedua adalah hal yang terpenting menyampaikan pesan keharmonisan umat beragama di Bali.

"Kita ingin sampaikan adalah pesan keharmonisan. Jadi kita melakukan itu saling membantu antar kemanusiaan dan tidak melihat (perbedaan) agama. Tapi, ini memang sudah kita pupuk sejak lama," ujarnya.

Ia mengungkapkan, bahwa untuk keharmonisan umat beragama di Buleleng sudah sejak lama terjadi dari para orang tua terdahulu sudah dilakukan. Namun, untuk Banser dan Pemuda Ansor ikut membantu pecalang dalam kegiatan keagamaan dan lain-lainnya baru lima tahun berjalan.

"Kita ini, sebenarnya menjaga warisan orang tua kita yang juga hubungannya sangat harmonis sebelumnya. Dan kita aplikasikan dengan kegiatan-kegiatan bersama antara pecalang yang merepresentasikan agama Hindu dan Banser yang merepresentasikan muslim," ujar Abraham.

Rekomendasi