Sejumlah tokoh yang masuk kategori usia lanjut usia menjalani vaksinasi di rumah dinas Gubernur Jawa Barat, Gedung Pakuan, Kota Bandung. Ini salah satu realisasi percepatan vaksinasi menggunakan fasilitas di luar layanan kesehatan.
Dari pantauan, tokoh yang hadir dalam penyuntikan adalah politisi dan Anggota DPR RI Popong Otje Djunjunan (82 tahun); mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (54). Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun tampak menyaksikan momen vaksinasi tersebut.
Ahmad Heryawan menyatakan, keikutsertaannya merupakan bagian dari upaya menuntaskan pandemi dan membantu program pemerintah. Ia mengaku tidak mendapatkan keluhan apapun pascavaksinasi.
Ia berharap, program vaksinasi bisa terus dipercepat dan diperluas jangkauannya. Sehingga banyak orang yang bisa merasakan dampak dan manfaatnya. Meski demikian, jangan sampai adanya vaksin ini membuat protokol kesehatan melonggar.
"Para tokoh yang divaksin ini menjadi contoh juga bagi masyarakat Jawa Barat khususnya, supaya tidak ragu melaksanakan vaksin. Tapi tetap protokol kesehatan harus dijalankan dengan baik," ujarnya.
Sementara itu, Ridwan Kamil atau akrab disapa Emil mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di rumah dinasnya mengawali proses vaksinasi tahap II diperuntukan untuk profesi publik dan lansia. Banyak pula di antara lansia tersebut adalah tokoh yang punya peran di Jawa Barat.
“Ada para mantan gubernur wakil gubernur. Yah istrinya. Dan lain-lain kita dahulukan para ulama sepuh didahulukan,” jelasnya.
Pelaksanaan di rumah dinas merupakan upaya percepatan program vaksinasi. Sejauh ini, cakupan vaksinasi di Jawa Barat dianggap masih rendah dengan angka 22 ribu penyuntikan tiap hari. Jumlah ini ingin ditingkatkan menjadi 150 ribu penyuntikan tiap hari.
Salah satu faktor yang membuat hal kecepatan vaksinasi tidak cepat karena keterbatasan tempat dan kapasitas fasilitas kesehatan. Untuk mengatasinya, gedung, sarana olahraga hingga rumah dinas harus bisa dimanfaatkan.
“Kalau mengandalkan puskesmas vaksinasi bisa lama. Jadi saya mengimbau bupati walkot camat lurah kepala desa untuk menggunakan fasilitas do wilayahnya sebagai tempat vaksinasi massal,” tegasnya.
“Mobil vaksin sedang kita siapkan untuk pola drive thru. Jadi target Juni vaksinasi untuk 6 juta orang bisa diselesaikan. Jabar tantangannya sangat besar karena harus menyuntik 36 juta orang sampai Maret atau April tahun depan sebagai syarat 70 persen utk mencapai herd imunity yang diharapkan,” tutup Emil.