Puskesmas Denpasar Selatan, Bali menargetkan akan menyuntikkan vaksin hingga 100 orang per hari. Kepala Puskesmas Denpasar Selatan, Ngurah Gede Darmayuda menyebutkan bahwa jumlah tenaga kesehatan di Bali ada sekitar 30 ribu orang dan sekitar 13.000 yang terdaftar merupakan nakes di Denpasar.
Maka dari itu, kata dia, ia menetapkan target penyuntikan hingga 100 orang per hari agar proses vaksinasi untuk tenaga kesehatan bisa berjalan dengan cepat dan segera rampung di bulan Februari ini. Meskipun menargetkan hingga 100 penyuntikan vaksin Covid-19, namun, kata Gede, puskesmas di Bali tetap melayani program vaksinasi lainnya, selain Covid-19.
"Pelayanan esensial lainnya tetap berjalan seperti vaksinasi rutin pada balita. Sehingga jadwalnya kita atur dengan baik. Nah vaksinasi Covid-19 ini juga kita terapkan dengan baik, kita berani pasang target minimal antara 50 sampai 100 (penyuntikan) per hari," kata Ngurah Gede dalam webinar Perkembangan Terkini Vaksinasi Covid-19 yang disiarkan di youtube Kemkominfo TV, Selasa (2/2).
Meskipun begitu, kata Gede, masih ada tenaga kesehatan di Bali yang baru mendapatkan jadwal vaksinasi pada bulan Maret dan April 2021. Gede mengatakan, hal itu dikarenakan para nakes di Bali telat mendaftarkan diri untuk divaksin. Bahkan kata Gede, masih ada nakes yang kesulitan dalam mendaftarkan diri.
Oleh karena itu, kata Gede, pihaknya pun ikut membantu para nakes yang masih kesulitan menyelesaikan proses pendaftaran vaksinasi. Seperti yang diketahui, pemerintah menargetkan akan menyelesaikan vaksinasi kepada 1,5 juta tenaga kesehatan pada bulan Februari ini.
“Masih banyak nakes yang belum terdaftar untuk mendapatkan vaksin. Karena saya Kepala Puskesmas jadinya saya membantu dan memfasilitasi teman-teman yang kesulitan,” kata dia.
"Ini semua karena keterbatasan informasi, (infonya) belum sampai kepada mereka, namun terus kita gencarkan, supaya mereka yang terdaftar di April, ‘Ayo segera vaksinasi!’ Jadi tidak perlu nunggu dari jadwal yang didapatkan dari (Aplikasi) Peduli Lindungi," imbuhnya.
Meskipun masih ada nakes di Bali yang belum terdaftar vaksinasi, namun kata Gede, para nakes di Bali terlihat antusias untuk divaksin. Mereka menerima program vaksinasi ini dan menyadari bahwa vaksin bisa lebih melindungi dirinya dari Covid-19.
“Yang jelas, mereka sangat berharap, dengan adanya vaksin ini mereka bisa bekerja lebih nyaman dan aman. Jadi semua sangat berharap bahwa vaksinasi ini akan segera tuntas,” ujarnya.
Pada tanggal 4 Februari mendatang, tenaga kesehatan di Bali akan melaksanakan vaksinasi massal. Vaksinasi dilakukan di bawah komando RSUP Sanglah, Denpasar.
"Targetnya memang minggu kedua bulan ini akan tuntas (vaksinasinya) dan di Denpasar akan dimulai pada minggu pertama Februari ini,” kata dia.
Seperti yang diketahui, vaksinasi massal sudah dilakukan mulai hari ini (2/2) di RS Wahidin, Makassar dan di RSUP Dr. Kariadi, Semarang. Besok, 3 Februari 2021, vaksinasi massal juga akan dilaksanakan di Bandung, di bawah koordinasi RS Hasan Sadikin. 4 Februari di Denpasar, dan 5 Februari giliran Kota Manado. Vaksinasi di Manado dilakukan di bawah koordinasi RSUP Kandou.