Donor Plasma Konvalesen, Wali Kota Depok Ajak Penyintas Covid-19 Bantu Sesama

Idris mengaku sempat merasa khawatir lantaran dia hampir menginjak usia 60 pada bulan Juli nanti. Karena ada batasan usia pendonor yang maksimal hanya sampai dengan usia 60 tahun.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Donor Plasma Konvalesen, Wali Kota Depok Ajak Penyintas Covid-19 Bantu Sesama
Pendonor plasma di PMI Depok. ©2021 Merdeka.com/Nur Fauziah

Wali Kota Depok Mohammad Idris hari ini melakukan donor plasma konvalesen di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok, Jawa Barat. Dia bisa menjadi pendonor plasma konvalesen karena sebelumnya pernah terpapar Covid-19.

Idris datang ke kantor PMI Depok dan menjalani pemeriksaan lebih dulu sebelum mendonorkan darah. Idris kemudian memulai proses pendonoran setelah lolos proses skrining.

Dia mendonorkan satu kantong atau sekitar 600 CC. Dikatakan Idris bahwa satu kantong plasma tersebut dapat diberikan bagi tiga orang. Ketika pertama kali mendonor, Idris mengaku sempat merasa sakit ketika jarum ditusukkan ke lengan.

"Untuk pertama kali lah karena jarumnya juga gede kan, biasa. Kalau nggak sakit malah nggak normal," kata Idris usai donor, Kamis (28/1).

Dikatakan dia, ada dokter yang melakukan monitoring saat dirinya donor. Dokter tersebut memantau pendonor apakah ada rasa sakit atau tidak. Kemudian apakah ada efek lain semisal bibir kering atau tidak. Jika bibir kering itu menandakan kurang nutrisi.

"Alhamdulillah saya tadi nggak ada apa-apa dan pusing juga enggak. Lancar lah,” tukasnya.

Idris mengaku sempat merasa khawatir lantaran dia hampir menginjak usia 60 pada bulan Juli nanti. Karena ada batasan usia pendonor yang maksimal hanya sampai dengan usia 60 tahun.

“Jadi jangan khawatir. Kenapa jangan khawatir? Saya juga sebelumnya khawatir terhadap diri saya karena bulan Juli ini tahun ini saya 60 tahun di antara persyaratan 60 tahun soalnya ya. Dan saya belum 60 tahun,” katanya.

Idris juga sempat melakukan rapid test kemarin dengan hasil reaktif. Dengan demikian kata dia masih ada antobodi dan bisa diambil untuk dilakukan pengecekan.

"Saya minta dicek di rapid test kemarin hasilnya reaktif artinya masih ada antibodi ada diambil untuk dicek di pusat-pusat lihat kualitas darahnya bisa atau tidak untuk dilakukan donor,” ucapnya.

Hingga saat ini PMI Kota Depok pun sudah menerima beberapa kantong plasma. Namun plasma tersebut langsung habis karena langsung didistribusikan ke rumah sakit.

“Ada delapan kantong pertama sudah habis langsung dipakai untuk pasien. Dan ini tambahan satu kantong dari saya yang ke sembilan ya,” tukasnya.

Idris mengimbau pada penyintas agar mau mendonorkan plasma sehingga dapat membantu orang lain. Dia pun mengatakan jangan pernah khawatir karena ini sudah mendapat rekomendasi dari para ahli.

“Kepada teman-teman warga masyarakat yang pernah terpapar dan masih ada antibodinya nanti di rapid tes lagi. Artinya kalau antibodi reaktif ya, kalau reaktif antibodi ini masih ada. Saya berharap untuk bisa mendonorkan darahnya jadi jangan pernah khawatir lah karena apa, karena ini juga sudah rekomendasi dari ahlinya bahwa darah kita boleh untuk pendonor plasma oke,” pungkasnya.

Rekomendasi