PSBB Diperpanjang, Pemkab Garut Izinkan Tempat Wisata Buka

Selain membuka tempat wisatanya, Rudy juga mengizinkan wisatawan datang ke Garut dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif Covid-19. Ia menyebut bahwa pihaknya akan akan menyediakan sejumlah pos pemeriksaan untuk melakukan uji cepat antigen kepada wisatawan.

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
PSBB Diperpanjang, Pemkab Garut Izinkan Tempat Wisata Buka
Lalu Lintas Pesepeda di Ibu Kota. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Pemerintah Kabupaten Garut memutuskan untuk kembali memberlakukan PSBB (pembatasan social berskala besar) proporsional hingga 8 Februari 2021. Walau begitu, Pemerintah Kabupaten Garut melonggarkan pembatasan di sektor pariwisata yang tadinya tidak boleh buka.

"Lanjut sampai dengan tanggal 8 Februari," kata Humas Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Yeni Yunita, Selasa (26/1).

PSBB proporsional, seharusnya berakhir pada Senin (25/1). Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, jumlah penambahan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 selama PSBB proporsional diberlakukan pada 12 Januari 2021, berjumlah 1.274 orang, atau rata-rata per harinya penambahan di angka 91 orang.

Selain itu, jumlah warga yang terkonfirmasi positif dan meninggal dunia selama PSBB proporsional di Garut berjumlah 47 orang. Dengan jumlah itu, rata-rata setiap harinya warga yang meninggal akibat Covid-19 di Garut berjumlah 3 orang.

Sampai Selasa (26/1) siang, jumlah warga Kabupaten Garut yang terkonfirmasi positif Covid-19 keseluruhan berjumlah 5.811 kasus. Dari jumlah itu, 888 orang melakukan isolasi mandiri, 548 orang isolasi di rumah sakit dan perawatan, 4.190 orang dinyatakan sembuh, dan 185 orang meninggal dunia.

Bupati Garut, Rudy Gunawan menyebut bahwa penurunan atau peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut tidak selalu berbanding lurus dengan penerapan PSBB proporsional. PSBB proporsional bertujuan untuk menumbuhkan kedisiplinan masyarakat dan menerapkan protokol kesehatan.

Ia mengklaim bahwa hasil penerapan PSBB proporsional di Kabupaten Garut cukup baik."Meski belum maksimal, belum efektif 100 persen, namun sudah ada usaha masyarakat untuk menghindari kerumunan, menerapkan prokes," ujarnya.

Di PSBB proporsional tahap dua, dia menjelaskan, ada sejumlah kelonggaran aturan dalam penerapannya. Salah satunya adalah dibolehkannya tempat wisata beroperasi, namun pengelola harus membatasi jumlah pengunjung maksimal 25 persen.

Selain membuka tempat wisatanya, Rudy juga mengizinkan wisatawan datang ke Garut dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif Covid-19. Ia menyebut bahwa pihaknya akan akan menyediakan sejumlah pos pemeriksaan untuk melakukan uji cepat antigen kepada wisatawan.

Selain itu, di PSBB proporsional tahap dua pun waktu operasional toko modern dan swalayan diperpanjang 1 jam.

"Toko modern tadinya hanya boleh sampai jam 7 malam, sekarang sampai jam 8 malam," tutupnya.

Rekomendasi