Pencarian tiga korban longsor yang diduga masih tertimbun di Dusun Aholeang, Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat akhirnya dihentikan. Keputusan tim SAR gabungan menghentikan pencarian karena lokasinya yang berisiko tinggi. Keputusan ini diambil setelah empat hari pencarian.
Tiga korban yang dicari ini berdasarkan laporan warga adalah ayah dan ibu bernama Ahmad, (55), Nurliah, (31) dan putrinya yang masih balita, Fatma, (3). Mereka diduga tertimbun material longsoran saat gempa besar terjadi, Jumat, (15/1) berkekuatan 6,2 Magnitudo. Longsoran menimbun rumah-rumah warga yang ada di area perbukitan, termasuk rumah korban.
Direktur kesiapsiagaan Basarnas Makassar, Didi Hamzar menjelaskan, pencarian telah dilakukan selama empat hari dengan menurunkan personel SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Tni/Polri dan Potensi Sar lainnya. Juga menurunkan anjing pelacak K-9 milik Polri.
Material longsoran berupa tanah dan batu-batu berukuran besar. Oleh karena itu lokasi pencarian memiliki risiko sangat tinggi. Sebab material seperti tanah dan bebatuan labil memungkinkan terjadinya longsor susulan.
Komandan Tim Urban Search and Rescue (Usar), Aswandi menambahkan, ketinggian longsoran bisa mencapai 30 meter dengan material batu yang sangat labil.
"Dikhawatirkan gempa dan longsor susulan membahayakan tim SAR Gabungan pada saat pelaksanaan pencarian. Setelah dilaksanakan musyawarah dengan pihak keluarga disaksikan oleh aparat desa, pihak kepolisian dan Babinsa setempat, dinyatakan operasi pencarian dan pertolongan di Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene dinyatakan selesai," kata Aswandi.
Ditambahkan, keluarga korban telah menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai suatu musibah yang menimpa mereka.
Advertisement