Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengatakan kasus kematian Covid-19 mengalami penurunan sebesar 1,7 persen pada periode 3 sampai 10 Januari 2021. Angka ini lebih baik dari data periode 27 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021 lalu yang meningkat 0,3 persen.
"Jumlah kematian akibat Covid-19 mengalami penurunan 1,7 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Ini menunjukkan ke arah yang positif," ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (12/1).
Meski kasus kematian Covid-19 menurun, Wiku meminta masyarakat tidak lengah dalam menekan laju penularan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.
"Kondisi ini jangan menjadikan kita lengah sehingga angka kematian ini meningkat di minggu depan," pesannya.
Mantan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ini menyebut, ada lima provinsi yang mencatat kenaikan kasus kematian Covid-19 tertinggi sepekan terakhir. Yakni, Lampung naik 44, dari 26 menjadi 70 kasus kematian. DKI Jakarta naik 22, dari 137 menjadi 159 kasus kematian.
Disusul Jawa Barat naik 20, dari 21 menjadi 41 kasus kematian. Kepulauan Bangka Belitung naik 12, dari 4 menjadi 16 kasus kematian. Terakhir, Sulawesi Selatan naik 12, dari 29 menjadi 41 kasus kematian.
"Apabila dibandingkan dengan minggu lalu, maka DKI Jakarta dan Lampung kembali masuk dengan kenaikan kematian tertinggi. Ini menjadi peringatan yang tidak boleh diabaikan," sambungnya.
Wiku meminta lima provinsi yang mencatat kenaikan kasus kematian Covid-19 tertinggi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Jika pelayanan kesehatan ditingkatkan maka pasien Covid-19 segera sembuh.
"Dengan demikian, angka kesembuhan bisa ditingkatkan sekaligus juga menekan angka kematian. Lakukan penanganan semaksimal mungkin untuk menyelamatkan para pasien yang dirawat," tegasnya.