1 dari 2 Penumpang Sriwijaya Air SJ-182 asal Sumsel Pilih Tes DNA di Jakarta

Sementara pengambilan sampel keluarga satu korban lain yang juga berasal dari Sumsel, yakni Rion Yogatama (30), warga Lubuklinggau, tidak dilakukan di Palembang. Sebab, keluarga memilih tes di Jakarta lantaran lebih dulu berangkat ke sana.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
1 dari 2 Penumpang Sriwijaya Air SJ-182 asal Sumsel Pilih Tes DNA di Jakarta
Kantong Jenazah Temuan Tragedi Sriwijaya SJ-182 Tiba di RS Polri. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Dua penumpang Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, berasal dari Sumatera Selatan. Keluarga semua korban sudah dilakukan pengambilan sampel DNA dan anthem mortem.

Kepala Subbid Dokpol Rumah Sakit M Hasan Bayangkara Palembang Kompol Arman mengungkapkan, pihaknya baru saja mengambil sampel DNA dan anthem mortem dari ibu korban Indah Halimah Putri (26), warga Desa Sungai Pinang II, Ogan Ilir. Yusri Lanita (48) datang ke rumah sakit didampingi sejumlah anggota keluarga.

"Untuk keluarga korban Indah sudah kita dapatkan sampel DNA dan ante mortem-nya, yakni kami dapatkan dari ibunya. Sedangkan suami Indah, M Rizki Wahyudi di Jakarta, kebetulan keluarganya asal Pangkal Pinang," ungkap Arman, Senin (11/1).

Sementara pengambilan sampel keluarga satu korban lain yang juga berasal dari Sumsel, yakni Rion Yogatama (30), warga Lubuklinggau, tidak dilakukan di Palembang. Sebab, keluarga memilih tes di Jakarta lantaran lebih dulu berangkat ke sana.

"Keluarga sudah di Jakarta, tes dan penyampaian data di sana. Artinya, kami hanya mengambil sampel keluarga satu korban saja," ujarnya.

Selanjutnya, sampel akan dikirim ke Mabes Polri sebagai data pendukung dalam proses identifikasi korban. "Untuk sampel darah sudah siap dikirim ke Jakarta, tetapi untuk hasil DNA paling tidak dua minggu baru keluar," kata dia.

Kepala Urusan DVI RS M Hasan Bhayangkara Andry Budiman menambahkan, pihaknya sudah mengantongi ciri-ciri identik korban Indah melalui keterangan ibunya. Didapatkan juga sampel darah basah dan darah kering yang segera dikirim ke Jakarta.

"Korban Indah ada tanda lahir di punggung, ada satu gigi yang tanggal di belakang, kulit sawo matang, dan rambut tebal hitam. Pakaian yang dikenakan saat kejadian jilbab putih, baju lengan panjang corak biru, dan celana baham karet, serta memakai jam tangan rantai warga silver," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Indah Halimah Putri menumpangi pesawat nahas itu bersama suami, M Rizki Wahyudi (26), anaknya Arkana Nadhif Wahyudi (7 bulan), ibu mertua Rosi Wahyuni dan keponakannya Nabila Anjani. M Rizki Wahyudi bekerja di Taman Nasional Gunung Pulung Kalimantan Barat.

Rekomendasi