Ruang Perawatan RS Wongsonegoro Penuh, Puluhan Pasien Covid-19 Mengantre di IGD

"Ada 16 pasien covid-19 masih menunggu di ruang IGD per hari ini sebagian ada dari Semarang, dan luar Semarang. Mereka semua ada yang sudah terkonfirmasi tertular covid-19 dan juga probable,"

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ruang Perawatan RS Wongsonegoro Penuh, Puluhan Pasien Covid-19 Mengantre di IGD
Rumah sakit karantina pasein covid-19. ©2020 AFP PHOTO/CHAIDEER MAHYUDDIN

Kapasitas ruang perawatan pasien covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wongsonegoro Semarang penuh. Bahkan, puluhan pasien covid-19 harus mengantre di ruang IGD agar bisa mendapat perawatan lebih lanjut.

"Ada 16 pasien covid-19 masih menunggu di ruang IGD per hari ini sebagian ada dari Semarang, dan luar Semarang. Mereka semua ada yang sudah terkonfirmasi tertular covid-19 dan juga probable. Kategorinya sakit stadium sedang dan berat, tapi hasil swabnya belum ada. Ada juga yang mengarah pada ISPA berat," kata Direktur Utama RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, Susi Herawati, Senin (7/12).

Dia menyebut kondisi pasien covid-19 antre di IGD disebabkan keterisian bangsal perawatan pasien sudah penuh.

Sedangkan, saat ini sudah ada 173 pasien yang masuk ruang perawatan covid-19. Sementara di gedung diklat yang berada di samping rumah sakit Wongsonegoro keterisian pasien juga nyaris penuh.

"Di gedung diklat itu untuk pasien pemulihan covid-19 juga sudah kepakai 51 orang dari total kapasitas 77 orang," jelasnya.

Ruang ICU khusus covid-19 juga sudah terisi 14 pasien dari total 14 ruangan. Pihaknya masih berusaha memberikan pelayanan medis bagi pasien.

"Di tempat kita nyebutnya sudah penuh. Tapi mungkin besok beda lagi kondisinya, kalau ada pasien sudah baik kesehatannya, boleh pulang," ujarnya.

Untuk ruang ICU, pihaknya akan menambah 12 ruangan ICU lagi dengan mengubah ICU non isolasi menjadi ICU untuk isolasi pasien covid-19.

"Penambahan ruang ICU akan direalisasikan minggu ini. Karena mengubah ICU non isolasi menjadi ICU isolasi itu tidak mudah, mesti disiapkan ruangan dan alat-alatnya," tutup Susi Herawati.

Rekomendasi